digtara.com -Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Tebing Tinggi, Malik Syahputra Purba, SM, secara tegas meminta Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih, SE untuk mencopot dr. Lili dari jabatannya sebagai Direktur RS Kumpulan Pane.
Desakan ini muncul menyusul dugaan buruknya pelayanan rumah sakit yang belakangan viral di media sosial, terkait penolakan pasien lansia.
Malik menyampaikan permintaan tersebut setelah melihat langsung pemberitaan dan video viral yang memperlihatkan seorang pasien lansia bernama Suliyem (67), warga Kelurahan Berohol, Kecamatan Bajenis, diduga ditolak saat hendak mendapatkan perawatan medis di RS Kumpulan Pane.
"Kejadian ini sangat memalukan dan tidak manusiawi. Saya selaku Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Tebing Tinggi meminta Wali Kota segera mencopot dr. Lili dari jabatannya sebagai Direktur RS Kumpulan Pane karena dinilai gagal dalam memberikan pelayanan yang layak kepada masyarakat," tegas Malik, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Lansia Miskin Diduga Ditolak RS Kumpulan Pane Tebing Tinggi, Keluarga Mengaku Pasien Sudah Kritis Menurut Malik, peristiwa tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dan manajemen rumah sakit. Ia menilai kejadian penolakan pasien mencerminkan buruknya sistem pelayanan kesehatan yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah.
"Ini tidak sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Tebing Tinggi yang ingin memperbaiki kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Jika masih terjadi penolakan pasien, berarti ada masalah serius di internal rumah sakit," ujarnya.
Malik juga menegaskan bahwa tanggung jawab utama tetap berada di tangan pimpinan rumah sakit. Ia menyebut pencopotan jabatan merupakan bentuk sanksi wajar atas kelalaian yang berdampak langsung pada keselamatan warga.
"Percuma dilakukan apel dan inspeksi mendadak jika mental pelayanan pegawai tidak berubah. Ini bukan masalah sepele. Direktur
RS Kumpulan Pane dan oknum terkait harus bertanggung jawab," kata Malik.
Ia berharap Wali Kota Tebing Tinggi segera mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dapat dipulihkan.
Baca Juga: Wanita Lansia “Ratu Narkoba” Asal Sibolga Ditangkap di Tebing Tinggi, Sabu 1 Kg Disita