digtara.com-Kepala Desa (Kades) Uitiuhtuan, Ony Natun membenarkan kejadian semburan lumpur seperti yang tersebar dari video di jagat maya.
Ia menyebut tak ada dampak lanjutan terhadap sektor pertanian, peternakan, maupun terhahap warga setempat pasca
semburan lumpur ini.
Sebelumnya beredar video fenomena semburan lumpur di area Bukit Liman, Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Semburan ini muncul pada Senin, (12/1/2026), sekitar pukul 08.00 WITA.
Baca Juga: Atasi Ancaman Abrasi, Warga Purworejo Bonang Gandeng Komunitas Phylosopicture KPI UIN Walisongo Tanam Mangrove di Sepanjang Pesisir Kejadian ini bukan kali pertama, kata dia, melainkan sudah tiap tahunnya peristiwa ini berulang.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait agar bisa dilakukan penelitian terhadap fenomena alam tersebut.
"Aman dan terkendali. Ini memang sudah seringkali terjadi selama ini tetapi kami merasa hal itu biasa karena setiap tahun itu hampir sering terjadi," jelas dia pada Rabu (14/1/2026) petang.
Ia berharap penelitian dilakukan agar memberikan kejelasan kepada masyarakat setempat mengenai
semburan lumpur ini.
"Supaya bisa dipastikan, jangan sampai punya dampak yang besar terhadap masyarakat sekitar beberapa tahun ke depan di desa ini sampai ke desa tetangga," ujarnya lagi.
Menurut pengalamannya, semburan ini biasa terjadi saat curah hujan tinggi dan area semburan ini seluas 10 hingga 20 meter di dekat area pantai. Sementara tinggi semburan, menurut laporan yang diterimanya tidak signifikan atau sekitar 30 centimeter hingga 1 meter.
Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga, Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Desalinasi Desa Banjarsari Sayung Demak "Sudah tidak lagi. Hanya satu hari saja, di kemarin itu," tandasnya.
Fenomena alam semburan lumpur dari bukit Liman, Pulau Semau, Kabupaten Kupang, NTT muncul pada Senin, 12 Januari 2026, sekitar pukul 08.00 Wita.
Fenomena semburan lumpur ini direkam oleh seorang warga setempat.
Dalam video berdurasi sekitar tiga menit tersebut, terlihat
semburan lumpur dari kaki bukit yang dari kejauhan menyerupai gelombang besar, sehingga menimbulkan asumsi keliru di tengah masyarakat.
Dari hasil verifikasi, diketahui bahwa aktivitas semburan lumpur telah berhenti pada Selasa (13/1/2026) pagi.
Endapan lumpur tersisa berukuran sekitar 30 x 40 meter.
Baca Juga: Viral! Mobil Siaga Desa Geneng Terparkir di Tempat Karoake, Pengguna Diduga Anak Kades
Lokasi semburan berada sekitar 2 kilometer dari permukiman warga.
Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil akibat peristiwa tersebut.
Polda NTT memastikan fenomena semburan lumpur yang terjadi di Bukit Liman, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, bukan merupakan letusan gunung api.
Kepastian ini disampaikan setelah jajaran Polres Kupang melakukan pengecekan dan verifikasi langsung di lapangan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra menjelaskan bahwa fenomena tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran warga setelah beredarnya video di media sosial dan grup WhatsApp yang menyebut Bukit Liman "meletus".
Hasil pengecekan di lapangan memastikan bahwa peristiwa tersebut adalah semburan lumpur alami, bukan aktivitas vulkanik.
"Bukit Liman bukan gunung api, sehingga masyarakat tidak perlu panik," tegas Kombes Pol. Henry pada Rabu (14/1/2026).
Baca Juga: Atasi Ancaman Abrasi, Warga Purworejo Bonang Gandeng Komunitas Phylosopicture KPI UIN Walisongo Tanam Mangrove di Sepanjang Pesisir
Kabid Humas Polda NTT menyebutkan fenomena ini diduga terjadi akibat tekanan gas alam dan air di bawah permukaan tanah yang menemukan celah atau rekahan untuk keluar ke permukaan.
"Fenomena ini baru pertama kali terjadi di Bukit Liman. Dugaan sementara disebabkan oleh tekanan gas dan air tanah, bukan karena aktivitas gunung api," jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Polsek Semau bersama pemerintah desa dan kecamatan telah melakukan sejumlah upaya.
Polisi telah melakukan pemasangan rencana papan peringatan, koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kupang, serta penyampaian imbauan kepada masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi semburan, tetap waspada, dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi," tambah Kombes Pol. Henry.
Polda NTT juga memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna menjamin keselamatan masyarakat.
Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga, Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Desalinasi Desa Banjarsari Sayung Demak Kabid Humas Polda NTT menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menyaring informasi, khususnya yang beredar di media sosial.
"Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya, dan mempercayakan informasi resmi kepada aparat serta instansi berwenang," tandasnya.