digtara.com -Polres Alor melaksanakan ibadah perayaan Natal bersama para tahanan sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan rohani, Rabu (14/1/2026) malam.
Kegiatan yang mengusung tema "Allah Itu Kasih, Itu Terang, Terang Itu Nyata Dalam Yesus Kristus" tersebut berlangsung di aula Satuan Reserse Kriminal
Polres Alor mulai pukul 19.30 hingga pukul 21.45 Wita.
Ibadah Natal tahanan ini dihadiri Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari, Wakapolres, Kompol Jeri Samzon Puling, Kasat Samapta, AKP Warsito, Ba Urmin Sat Tahti Polres Alor, Brigpol Iwan Zainudin, Pdt. Yulius Laibade, keluarga para tahanan, serta sejumlah tamu undangan.
Kapolres Alor AKBP Nur Azhari menyampaikan bahwa pihaknya selalu berupaya menghadiri setiap undangan kegiatan keagamaan sebagai bentuk kebersamaan serta ungkapan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru.
Baca Juga: Lindungi Hak Tenaga Kerja, Desk Tenaga Kerja Sepakat Perlu Wadah Organisasi dan Sosialisasi Berbagai Regulasi Ia berharap, momentum tahun yang baru dapat menjadi awal yang lebih baik bagi semua pihak.
Kapolres juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momen yang sangat bermakna, sekaligus menjadi ibadah Natal terakhir yang dilaksanakan di rumah tahanan.
Menurutnya, sebagai manusia tidak ada seorang pun yang sempurna dan terlepas dari kesalahan.
Oleh karenanya, para tahanan diharapkan tidak larut dalam kesedihan, melainkan menjadikan masa ini sebagai pembelajaran hidup yang berharga.
"Pada dasarnya setiap orang mendambakan kemerdekaan. Jadikan peristiwa ini sebagai refleksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depan," ujar Kapolres.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk bersukacita agar Natal ini menjadi terang dan harapan bagi semua.
Baca Juga: Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi Diselesaikan Secara Damai Kapolres juga menegaskan komitmen
Polres Alor dalam menjaga dan mengamankan setiap kegiatan keagamaan demi terciptanya rasa aman dan nyaman, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.
Sementara itu, dalam pesan dan kesannya, Yeremias Blegur menekankan bahwa masa penahanan merupakan masa pemulihan.
Ia mengajak semua pihak untuk menjauhi kekerasan dan menumbuhkan pengharapan, sehingga suasana kebersamaan dapat dinikmati tanpa dendam di hati dan batin.
Ia juga berharap keluarga terus memberikan penguatan dan dukungan moral kepada para tahanan, karena mereka bukanlah orang-orang yang terpinggirkan.
Ibadah Natal dipimpin oleh Pdt. Yulius Laibade yang dalam kata penguatannya menegaskan bahwa Natal adalah wujud nyata kasih Allah bagi seluruh umat manusia tanpa terkecuali, termasuk para tahanan yang sedang menjalani proses hukum.
Baca Juga: Lindungi Hak Tenaga Kerja, Desk Tenaga Kerja Sepakat Perlu Wadah Organisasi dan Sosialisasi Berbagai Regulasi Ia mengajak para tahanan untuk membuka hati, menerima pengampunan Tuhan, serta menjadikan masa penahanan sebagai waktu perenungan, pemulihan, dan pembaharuan hidup.
"Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, dan setiap orang selalu diberi kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik," ungkapnya.