digtara.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan seluruh pengungsi akibat bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera dapat kembali ke hunian sebelum memasuki bulan Ramadan 2026.
Pemerintah berharap tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda atau lokasi pengungsian saat
Ramadan yang diperkirakan jatuh pada Februari mendatang.
Dody menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah mempercepat pembangunan rumah hunian sementara bagi masyarakat terdampak bencana. Langkah ini dilakukan agar para pengungsi dapat segera meninggalkan tenda pengungsian dan kembali hidup lebih layak.
"Kita semua bekerja keras agar pada saat Ramadan, kalau bisa nol pengungsi di tenda. Mereka harus sudah keluar dari pengungsian dan menempati hunian," ujar Dody kepada awak media, Jumat (16/1/2026).
Baca Juga: Ini Doa Rasulullah saat Akan Berpisah dengan Bulan Ramadan Meski demikian, Dody belum merinci secara detail perkembangan pembangunan rumah hunian sementara di seluruh daerah terdampak banjir dan longsor di Sumatera.
Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan menjadi prioritas utama pemerintah dalam masa tanggap darurat dan pemulihan bencana.
Data Pengungsi Banjir dan Longsor di Sumatera
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 16 Januari 2026, terdapat 10 kabupaten dan kota di Sumatera dengan jumlah pengungsi tertinggi.
Wilayah tersebut antara lain Aceh Utara dengan 54,8 ribu pengungsi, Bireuen 13,9 ribu, Pidie Jaya 11,8 ribu, Aceh Tamiang 6,5 ribu, Aceh Tengah 5,4 ribu, Aceh Timur 5,3 ribu, Tapanuli Tengah 5 ribu, Agam 4,3 ribu, Tapanuli Selatan 4,2 ribu, serta Gayo Lues 3,6 ribu pengungsi.
Selain jumlah pengungsi, BNPB juga mencatat dampak kerusakan infrastruktur akibat bencana di Sumatera tergolong besar.
Baca Juga: Telkomsel Hadirkan Paket Serbu Sahur dengan Harga Lebih Hemat Total terdapat 175.050 rumah yang mengalami kerusakan, dengan rincian 53.412 rumah rusak berat, 45.085 rumah rusak sedang, dan 76.553 rumah rusak ringan.
Fokus Pemerintah pada Pemulihan Sebelum Puasa
Pemerintah menargetkan percepatan pemulihan pascabencana agar masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dengan lebih aman dan nyaman.
Pembangunan hunian sementara diharapkan menjadi solusi jangka pendek sebelum pembangunan rumah permanen dilakukan secara bertahap.
Dengan langkah ini, pemerintah optimistis penanganan pengungsi banjir dan longsor di Sumatra dapat selesai tepat waktu dan tidak ada lagi warga yang bertahan di tenda pengungsian saat bulan puasa.
Baca Juga: Ramadan Berduka! Ratusan Warga Palestina Kembali Jadi Korban, Dunia Diminta Bertindak