digtara.com - Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang mengeluarkan himbauan tentang peringatan dini terhadap gelombang tinggi dari BMKG.
Himbauan tertanggal 13 Januari 2026 ini ditanda tangani kepala KSOP Kelas III Kupang, Anselmus R. Bau Mau.
Dalam himbauan tersebut disebutkan agar seluruh nahkoda kapal cepat, niaga maupun kapal penumpang menunda pelayaran.
Himbauan penundaan pelayaran ini terkait dengan peringatan dini gelombang tinggi dari BMKG, dimana cuaca yang kurang baik, angin kencang dan gelombang 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di selat Sape bagian utara, perairan utara Flores, selat Pantar, Perairan Selatan Flores, selat Sumba bagian barat, laut Sawu, perairan bagian selatan Sumba, perairan utara Timor, selat Pukuafu, perairan selatan Timor-Rote, selat Sape bagian selatan, selat Flores-Lamakera, selat Alor, Perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian timur, selat Ombai, perairan bagian utara Sabu-Raijua, perairan utara Kupang-Rote, perairan selatan Sabu-Raijua yang beresiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran bagi kapal-kapal tersebut.
Baca Juga: Awasi Penjualan BBM, Polres Rote Ndao Masih Temukan 'Penjual Nakal' Kepada nahkoda kapal/pemilik/operator kapal yang akan berlayar pada area tersebut dihimbau untuk menunda pelayaran di area tersebut.
Kepada nahkoda kapal/pemilik/operator kapal bagi kapal besar dan juga cukup aman untuk melakukan pelayaran dihimbau untuk memastikan kapal yang akan berangkat telah memenuhi persyaratan melaiklautan dengan melampirkan surat pernyataan nahkoda (master sailing declaration), memastikan pemantauan kondisi cuaca sekurang-kurangnya enam jam sebelum permohonan penerbitan surat persetujuan berlayar (SPB).
Kapal juga diminta memastikan alat-alat keselamatan tersedia/terpasang dalam kondisi baik dan mencukupi kapasitas penumpang.
Life jacket wajib digunakan selama pelayaran serta memastikan alat-alat pemadam kebakaran tersedia diatas kapal dan melarang merokok di dalam ruang penumpang selama pelayaran.
Hal ini berdampak pada distribusi bahan bakar minyak (BBM) sejumlah wilayah di NTT.
Kabupaten Rote Ndao menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak dsri cuaca ekstrem ini.
Baca Juga: Tangani Sembilan Laporan Kasus Penyelundupan Manusia, Polres Rote Ndao Proses 39 Tersangka "Pasokan BBM dari Kupang ke
Rote Ndao terganggu," ujar Kapolres
Rote Ndao, Mardiono pada Sabtu (17/1/2026.
Diakui kalau hal ini akibat dari cuaca ekstrim dan gelombang tinggi sehingga kapal BBM belum diijinkan berlayar oleh KSOP Kupang
Kapolres menghmbau kepada masyarakat untuk bijak dan hemat menggunakan BBM dan Sembako yang selama ini dipasok dari luar Rote Ndao baik Kupang atau daerah lain.
Dalam analisa BMKG, sebagian wilayah NTT saat ini berada pada periode puncak musim hujan.
Terpantau oleh BMKG adanya bibit siklom tropis 975 di utara benua Australia yang berpotensi menjadi siklon tropis sehingga membentuk daerah perlambatan, belokan dan pertemuan angin di wilayah NTT.
Juga menguatnya monsun Asia dan aktifnya gelombang ekuatorial rosaby, Kelvin dan Madden Julian Osciliation (MJO) sehingga mendukung terjadinya hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah NTT.
Baca Juga: Awasi Penjualan BBM, Polres Rote Ndao Masih Temukan 'Penjual Nakal'