digtara.com -Polres Alor menggelar kegiatan peringatan Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah / 2026 Masehi di Masjid Nurul Ittihad Polres Alor, Jumat (16/1/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema "Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW Memperteguh Keimanan dan Ketaqwaan Personel Polri untuk Masyarakat dalam Aksi Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial".
Peringatan ini untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan personel Polri, khususnya jajaran Polres Alor, dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Peringatan Isra Mi'raj dipimpin Kapolres Alor AKBP Nur Azhari, didampingi Ustadz Rizal Subang sebagai penceramah.
Baca Juga: Ratusan Personel Polres Kupang Siaga Saat Libur Peringatan Isra Mi'raj Turut hadir Kasubag Begpal Bag Ops
Polres Alor, Kompol Sahlul Tamulung, Kabag Ren
Polres Alor, AKP Sirajudin Dusu, Kasat Samapta
Polres Alor, AKP Warsito, Kapolsek Alor Timur Laut, Iptu Gunawan S., anggota
Polres Alor serta Bhayangkari Cabang Alor.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ilham Djuma.
Kapolres Alor menyampaikan rasa syukur atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan keagamaan tersebut.
Kapolres Alor juga menyampaikan makna peringatan Isra Mi'raj sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.
Nilai-nilai Isra Mi'raj, khususnya perintah shalat, diharapkan dapat menjadi landasan moral dan spiritual bagi personel Polres Alor dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kapolres Alor mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi saudara-saudara di wilayah Sumatra yang tengah terdampak bencana, agar diberikan kekuatan, keselamatan, serta ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
Baca Juga: Polres Alor Ibadah Natal Bersama Tahanan Selanjutnya, penyampaian hikmah Isra Mi'raj disampaikan oleh Ustadz Rizal Subang yang menekankan pentingnya meneladani perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW sebagai penguat iman, akhlak, dan kepedulian sosial, termasuk kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami musibah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang secara khusus dipanjatkan untuk keselamatan dan pemulihan kondisi para korban bencana di Sumatera, sebelum ditutup dengan penutup acara.