digtara.com -Luiz Bau (72), purnawirawan TNI AD ditemukan meninggal dunia di Kali Malibaka, Kabupaten Belu, NTT.
Lokasi penemuan korban yang juga warga Dusun Derok, Desa Maumutin, Kecamatan Raihat,
Kabupaten Belu merupakan perbatasan antara
Timor Leste dengan negara Indonesia dan masuk dalam kawasan zona bebas.
Korban ditemukan pada Sabtu, 17 Januari 2026 sekitar pukul 09.00 Wita oleh Joni Mali (48) dan Jefri Bere (35).
Kedua warga Desa Makir, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu ini sementara mengumpulkan batu di kali Malibaka.
Baca Juga: Tidak Bertemu Langsung Dengan Ayah Prada Lucky Usai Jadi Tahanan TNI, Penasehat Hukum Ungkap Sejumlah Hal Joni Mali yang sementara duduk di atas penahan Kali melihat ke tengah Kali ada benda yang mencurigakan.
Joni menyuruh Jefri Bere untuk mengecek apakah itu kayu atau batu
Saat Jefri Bere mendekat ternyata ia menemukan sesosok mayat dalam kondisi terlentang tanpa busana.
Jefri berteriak memanggil Joni Mali kalau ia menemukan mayat.
Joni lalu ke Pos Pengamanan (Pospam) Builalu dan menyampaikan kejadian tersebut.
Anggota Pospam Builalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lamaknen dan berkoordinasi dengan Polres Belu untuk olah TKP bersama Tim Identifikasi Polres Belu.
Baca Juga: Divonis Pecat dari Kesatuan TNI AD, 22 Penganiaya Prada Lucky Ajukan Banding Sejumlah barang milik korban yang ditemukan di TKP diamankan polisi.
Jenazah korban dievakuasi ke RSUD Atambua, Kabupaten Belu untuk dilakukan visum luar.
Polres Belu juga berkoordinasi dengan konsulat Timor Leste terkait dengan kewarganegaraan korban.
Korban sendiri mengantongi KTP Indonesia sebagai WNI dan KTP
Timor Leste sebagai warga Negara
Timor Leste.
Dari hasil visum luar oleh dr Salvador, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Namun terdapat pembusukan dan pembengkakan pada tubuh korban karena diperkiraan korban telah meninggal lebih dari 1x24 jam.
Baca Juga: Bakamla RI Fasilitasi Pemulangan Enam ABK KM Triasmo Sejahtera dari Timor Leste
Keluarga korban di Indonesia menerima kematian korban akibat sakit dan menolak dilakukannya otopsi.
Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, Iptu Rio Rinaldy Panggabean pada Sabtu malam membenarkan kejadian ini.
"Masih berkonsultasi dengan konsulat Timor Leste terkait jenazah korban," tandasnya.