digtara.com -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca tiga harian untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku pada 17 hingga 19 Januari 2026.
Masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek mengatakan peningkatan potensi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh menguatnya Monsun Asia.
"Terpantau menguatnya Monsun Asia sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah NTT," ujar Sti Nenotek dalam keterangan tertulis BMKG, Sabtu (17/1/2026).
Baca Juga: Begini Sikap Gubernur NTT Terkait Tenggelamnya Kapal Wisata di Labuan Bajo Selain Monsun Asia,
BMKG juga memantau keberadaan Bibit Siklon Tropis 96S di selatan Jawa Timur serta Bibit Siklon Tropis 97S di Australia bagian utara yang berpotensi berkembang menjadi siklon tropis.
Menurut Sti Nenotek, kondisi tersebut memicu daerah belokan, perlambatan, dan pertemuan angin di wilayah NTT, yang diperkuat dengan aktifnya Gelombang Atmosfer Low serta Madden Julian Oscillation (MJO).
"Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi terjadinya hujan di wilayah NTT," jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak
cuaca ekstrem, terutama hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.
"Kami mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang," tegas Sti Nenotek.
BMKG El Tari Kupang juga mengajak masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca terkini melalui layanan informasi 24 jam di nomor (0380) 881613, WhatsApp 0811-3940-4264, serta aplikasi Info BMKG yang tersedia di App Store dan Play Store.
Baca Juga: BMKG Umumkan Siklon Tropis Grant di Samudra Hindia, Picu Gelombang Tinggi di Selatan Indonesia