digtara.com -Aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meningkat.
Gunung api tersebut mengalami
erupsi pada Sabtu (17/1/2026) malam, disertai lontaran material pijar dan aliran lava dari kawah. Erupsi terjadi sekitar pukul 19.45 WITA.
Berdasarkan hasil pengamatan, kolom abu teramati setinggi kurang lebih 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.723 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ili Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, mengatakan erupsi tersebut terekam jelas pada alat seismograf.
Baca Juga: Residivis dan Pencuri Handphone di Lembata Dibekuk Polisi "Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 33,5 milimeter dan durasi sekitar satu menit," ujar Yeremias pada Jumat malam.
Letusan juga disertai lontaran material pijar yang mengarah ke sektor tenggara sejauh kurang lebih 200 meter dari pusat aktivitas.
Selain itu, teramati aliran lava ke sektor barat dengan jarak sekitar 100 meter dari bibir kawah.
Hingga saat ini, Gunung Ili Lewotolok masih berada pada Status Level II (Waspada).
PVMBG merekomendasikan masyarakat, pendaki, maupun wisatawan untuk tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung api.
Pembatasan juga diberlakukan pada sektor selatan–tenggara dan barat sejauh 2,5 kilometer.
Baca Juga: Penyidik Satreskrim Polres Lembata Limpahkan Berkas Perkara Kasus Beras ke JPU "Masyarakat diimbau mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava serta awan panas, terutama pada sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut," kata Yeremias.
Meski demikian, warga diminta tetap tenang apabila mendengar suara gemuruh atau dentuman dari arah kawah.
Menurut Yeremias, suara tersebut merupakan ciri aktivitas gunung api yang sedang berada dalam fase
erupsi.
PVMBG bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan secara intensif.
Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, maupun melalui aplikasi dan laman Magma Indonesia serta media sosial Badan Geologi.
Baca Juga: Residivis dan Pencuri Handphone di Lembata Dibekuk Polisi