digtara.com -Detri Marteda Maunino (19), remaja perempuan di Poabas, Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, NTT jatuh ke dalam sumur akhir pekan lalu.
Korban ditemukan terapung dalam sumur dalam kondisi meninggal dunia di sumur samping rumah yang berjarak 25 meter dari rumahnya.
Kapolsek Amfoang Utara, Iptu Valen Beribe membenarkan kejadian ini.
"Informasi dari orang tuanya bahwa korban menderita epilepsi," ujar Kapolsek pada Minggu (18/1/2026).
Baca Juga: Sejumlah Rumah di Kota Kupang Rusak Diterjang Angin Kencang Awalnya, ibu korbam Adriana Baineno (46) yang juga warga RT 12//RW 06, Dusun III, Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten
Kupang ke kebun sekitar pukul 08.00 wita.
Korban Detri Marteda Maunino bersama pamannya Daniel Baineno tinggal di rumah.
Pukul 16.00 wita, Adriana pulang ke rumah dan tidak melihat korban. Ia sempat memanggil dan mencari korban namun hasilnya nihil.
Adriana pun ke sumur menimba air di sumur yang terletak di samping kiri rumah mereka berjarak sekitar 25 meter.
Saat itu Adriana melihat korban mengapung dalam sumur sehingga ia berteriak histeris dan meminta tolong tetangga.
Baca Juga: Ratusan Personel Polres Kupang Siaga Saat Libur Peringatan Isra Mi'raj Bhabinkamtibmas Desa Oelfatu, Bripka Elia Letde bersama warga lain ke lokasi kejadian dan melihat korban tenggelam dalam sumur dengan kondisi tubuh korban mengapung dalam sumur.
Polisi dan warga turun ke dalam sumur menggunakan tali dan mengevakuasi korban.
Dalam pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban, namun ada darah dari hidung dan mulut korban serta busa dari mulut.
Diperkirakan korban jatuh ke sumur saat ibu nya ke kebun dan diperkirakan meninggal dunia dua jam sebelum ditemukan.
Pihak keluarga iklas menerima kematian korban dan menolak dilakukan otopsi sehingga dibuatkan surat penolakan otopsi.
"Keluarga iklas menerima kematian korban dan menolak dilakukan otopsi," ujar Kapolsek.
Baca Juga: Sejumlah Rumah di Kota Kupang Rusak Diterjang Angin Kencang