Remaja di Amfoang Barat Laut-Kupang Temukan Ayahnya Tewas Tenggelam dalam Sungai

Imanuel Lodja - Senin, 19 Januari 2026 10:26 WIB
ist
Remaja di Amfoang Barat Laut-Kupang Temukan Ayahnya Tewas Tenggelam Dalam Sungai

digtara.com -Tayersi Takaeb (15), remaja di Desa Honuk, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang menemukan ayahnya, Yermias Takaeb (53) tewas tenggelam di sungai.

Jenazah warga RT 08/RW 04, Dusun IV, Desa Honuk ini ditemukan akhir pekan lalu di Sungai Oemolo (kali kecil) sekitar pukul 10.00 Wita.

Korban Yermias Takaeb pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya dalam kondisi tubuh terlentang di dalam sungai, dengan kepala berada di celah lubang batu dan hanya bagian kaki yang terlihat dari permukaan air.

Peristiwa ini bermula pada Rabu (15/1/2026) pagi sekitar pukul 08.00 Wita, saat korban berpamitan kepada keluarga untuk memperbaiki pipa air yang biasa digunakan sehari-hari.

Baca Juga: Sejumlah Rumah di Kota Kupang Rusak Diterjang Angin Kencang

Namun hingga beberapa waktu kemudian, korban tidak juga kembali ke rumah.

Merasa khawatir, istri korban, Silpa Akulas (48) kemudian menyusul ke lokasi sungai yang menjadi tempat penampungan air bersih keluarga.

Setibanya di lokasi, Silpa Akulas tidak menemukan korban, namun hanya mendapati sandal dan parang milik korban berada di sekitar sungai.

Silpa kemudian kembali ke rumah dan memberitahukan hal tersebut kepada anaknya Tayersi Takaeb (15) serta seorang warga bernama Nelson Tabelak.

Anak korban segera mendahului menuju sungai untuk mencari korban, disusul oleh ibunya.

Sesampainya di lokasi, Tayersi Takaeb menemukan ayahnya berada di dalam sungai dalam kondisi tidak bergerak.

Baca Juga: Ratusan Personel Polres Kupang Siaga Saat Libur Peringatan Isra Mi'raj

Penemuan tersebut segera diberitahukan kepada sang ibu, yang kemudian masuk ke dalam sungai dan mengangkat korban ke permukaan.

Sekitar pukul 10.00 Wita, Nelson Tabelak tiba di lokasi dan bersama beberapa warga lainnya membantu mengevakuasi korban ke rumah duka.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis dari Puskesmas Amfoang Barat Laut, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Namun terdapat beberapa luka lecet ringan, di antaranya luka di pelipis kanan berdiameter sekitar 2 centimeter diduga akibat tergores ranting atau kayu di sekitar TKP.

Ada juga luka pada mata kiri, memar pada bagian depan kaki kanan dan kiri, lecet pada bagian luar mata kaki kanan dan mulut korban mengeluarkan busa.

Petugas memperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari dua jam sebelum ditemukan.

Baca Juga: Pelaku Kekerasan Seksual Bergeser, Guru dan Aparat Polisi Ikut Terseret


Secara umum, kondisi anggota tubuh lainnya tampak normal tanpa tanda fraktur atau kekerasan.

Personel Polsek Amfoang Utara segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Penanganan dipimpin oleh Waka Polsek Amfoang Utara, Ipda Hironimus Neni didampingi Ps Kanit Intelkam Aipda Simson D. Selan, Ps Kanit Reskrim Aipda Melkisedek Taunu, Bhabinkamtibmas Desa Honuk Aipda Johanis G. Lerik, Ps. KSPKT III Aipda Budi Prabowo, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Naikliu Aipda Fidelis H. Kotan.

Selain melakukan olah TKP dan mengumpulkan bahan keterangan dari saksi-saksi, petugas juga menghadirkan tenaga medis Meti dari Puskesmas Amfoang Barat Laut untuk pemeriksaan awal terhadap jenazah korban.

Baca Juga: Sejumlah Rumah di Kota Kupang Rusak Diterjang Angin Kencang

Dari keterangan pihak keluarga, diketahui bahwa korban pernah menderita penyakit epilepsi, meskipun sudah hampir dua tahun terakhir tidak mengalami kekambuhan.

Jarak antara rumah korban dan lokasi kejadian sekitar 200 meter, dengan kedalaman air sungai sekitar 70 centimetet dan lebar sekitar 1,5 meter.

Di sekitar sungai terdapat bebatuan besar yang sebagian ditumbuhi lumut.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan pemeriksaan dalam (otopsi), yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

Jenazah korban langsung dijemput pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka dan dimakamkan.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa korban meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Oemolo dan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga: Ratusan Personel Polres Kupang Siaga Saat Libur Peringatan Isra Mi'raj

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Hilang Kendali, Dua Mobil Dan Satu Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan Beruntun di Kota Kupang

Nusantara

Panjat Tembok Dan Curi Helm, Pria di Kupang Diamankan Polisi

Nusantara

Iseng, Bocah di Kupang Tembak Rekannya Dengan Senapan Angin Berujung Meninggal Dunia

Nusantara

Polsek Kota Lama Limpahkan Tersangka Kasus Pengancaman ke JPU

Nusantara

Pria di Kupang Diamankan Polisi Pasca Ancam Warga Dengan Pisau

Nusantara

Pelaku Penikaman di Alak Ditahan, Mengaku Cemburu Dengan Korban