digtara.com -Banjir lahar dingin Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT yang terjadi sejak Minggu (18/1/2026) menutup akses jalan Trans Flores Maumere–Larantuka di Desa Dulipali, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, NTT.
Material vulkanik berupa pasir, kerikil, dan batu menutupi badan jalan hingga mengganggu arus lalu lintas trans Larantuka Maumere.
Sejumlah kendaraan terpaksa berhenti dan menunggu hingga kondisi memungkinkan untuk melintas.
Banjir lahar dingin dipicu hujan deras di kawasan puncak gunung Lewotobi.
Baca Juga: Pemilik Bersiap Ke Gereja, Rumah dan Kios Warga Alak Terbakar Kenso (38), salah seorang pengendara bus Maumere-Larantuka menjelaskan , wilayah Dulipali kerap dilanda
banjir lahar dingin saat musim hujan.
Menurutnya, pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati karena badan jalan berlumpur dan licin.
"Kalau tidak hati-hati bisa tergelincir. Kendo berharap instansi terkait menyiagakan alat berat di titik rawan banjir lahar agar penanganan dapat dilakukan cepat dan akses tetap lancar," ujarnya.
Sementara PPK 45, Viktor Nale menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan alat berat berupa loder di lokasi dan tetap siaga di lokasi yang rawan
banjir termasuk di desa Dulipali.
Alat berat itu difungsikan untuk menggusur tumpukan material dan juga lumpur untuk dipindahkan .
Kepala Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro melaporkan alat seismogram merekam getaran banjir pada pukul 12.13 Wita.
Baca Juga: Menteri PU Targetkan Pengungsi Banjir dan Longsor di Sumatera Pulang Sebelum Ramadan Banjir lahar tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan puncak dan sekitarnya.
Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama saat hujan turun di wilayah sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan tetap pantau prakiraan cuaca, dari BMKG.