digtara.com -Kasus penemuan janin bayi yang terdampar di Kali Makkaraung, Jalan Swakarya, RT 014/RW 003, Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang telah melalui serangkaian proses.
Janin akhirnya dimakamkan pada Senin (19/1/2026) di TPU Damai Kelurahan Fatukoa, Kota
Kupang.
Prosesi pemakaman diikuti Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Johanes Don Bosco Assan beserta staf, Pdt Asih N. A. Takalapeta,, serta Ipda Frid Sia beserta anggota Polsek Kota Raja.
Kanit Reskrim Polsek Kota Raja, Ipda Frid Sia terlibat dalam setiap tahapan, mulai dari penanganan saat penemuan, proses pemeriksaan medis, hingga pengawalan acara pemakaman.
Baca Juga: Jenazah Korban Meninggal di Kupang Diekshumasi dan Diotopsi Kapolresta
Kupang Kota, Kombes Pol Djoko Lestari melalui Kapolsek Kota Raja, AKP Leyfrids D. Mada menegaskan bahwa pihak kepolisian menjalankan penyelidikan dengan penuh komitmen untuk menemukan pelaku yang diduga terlibat dalam kasus ini.
"Kami melakukan segala upaya untuk mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Kapolsek Kota Raja pada Senin petang.
Janin ditemukan pada (Kamis, (15/1/2026) sekitar pukul 10.00 Wita, ketika dua warga asal Kabupaten Flores Timur, PK (45) dan LLS. (37) yang sedang tinggal sementara untuk berobat, menemukan benda yang dicurigai sebagai janin bayi terapung di aliran kali.
Setelah memastikan temuan itu, mereka segera menghubungi pihak berwenang melalui Lurah Kuanino, Esterfina Banik.
Tim gabungan dari Polsek Kota Raja dipimpin AKP Leyfrid D. Mada bersama Tim Identifikasi Polresta Kupang Kota tiba di lokasi kejadian (TKP).
Janin kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Titus Ully Kupang.
Baca Juga: Remaja di Amfoang Barat Laut-Kupang Temukan Ayahnya Tewas Tenggelam dalam Sungai
Keesokan harinya, pada Jumat, (16/1/2026), dilakukan pemeriksaan oleh dr Erwin Tambunan, Sp.FM di ruang Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSB
Kupang, disaksikan oleh Ipda Frid Sia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kasus diduga terkait aborsi mengingat perkembangan yang telah terjadi pada
janin.
Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk mengungkap identitas pelaku yang diduga melakukan pembuangan dan terkait dengan kondisi janin yang ditemukan
Baca Juga: Jenazah Korban Meninggal di Kupang Diekshumasi dan Diotopsi