digtara.com -Polres Belu memproses kasus penembakan satwa jenis burung hantu Lumbung (Tyto Alba).
Penyidik Satreskrim
Polres Belu sudah memeriksa sejumlah saksi dan dua terduga pelaku.
Ada dua terduga pelaku dalam kasus ini yakni OYM (41) dan FS (35. Keduanya merupakan warga Rat 004/RW 002, Dusun Nela, Kelurahan Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, NTT.
Walau sudah menjadi tersangka namun keduanya tidak ditahan pasca diperiksa penyidik.
Baca Juga: Ungkap Penyebab Kematian, Polres Belu Datangkan Tim Medis Otopsi Jenazah Kalak BPBD Kabupaten Belu "Sudah kita proses dan terduga pelaku tidak ditahan," ujar Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa melalui Kasat Reskrim
Polres Belu, Iptu Rio Rinaldy Panggabean pada Selasa (20/1/2026) malam.
Keduanya dijerat dengan pasal 337 ayat 2 KUHPidana baru Undang-undang nomor 1 tahun 2023.
"Dengan ancaman hukuman 1 tahun 6 bulan penjara," ujar Kasat Reskrim Polres Belu.
Kasus ini ditangani polisi pasca adanya postingan di media sosial terkait
penembakan satwa jenis burung hantu Lumbung ( Tyto Alba ) yang terjadi di Dusun Nela, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu pada Rabu, 14 Januari 2026 lalu sekitar pukul 21.31 Wita.
Penembakan ini terjadi di Dusun Nela, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu
Terduga pelaku OYM dan FS mendengar suara burung hantu lumbung (Tyto alba) yang berada di depan rumah mereka, tepatnya di atas pohon mahoni.
Baca Juga: Polres Belu Punya Program Pamapta dan Operator 110 OYM kemudian mengambil senapan angin dan menembak burung hantu tersebut hingga mengenai bagian badan dan burung jatuh ke tanah.
OYM kemudian memungut burung hantu tersebut dan membawanya ke depan kios di depan rumah terduga pelaku, lalu kembali menembak burung tersebut.
Pada saat kejadian tersebut berlangsung, terduga pelaku FS merekam aksi tersebut menggunakan telepon seluler.
Rekaman video tersebut kemudian diunggah oleh FS ke akun media sosial facebook dan instagram milik FS.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra sebelumnya menjelaskan bahwa Polres Belu sudah melakukan klarifikasi dan pendalaman di lapangan.
Baca Juga: Gerebek Judi Malam-malam, Polres Belu Tangkap Dua Pelaku Judi di Tempat Kedukaan
Dari hasil pendalaman awal, peristiwa tersebut terjadi di Dusun Nela, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.
Terduga pelaku diketahui merupakan warga setempat yang merasa terganggu oleh keberadaan burung hantu jenis Tyto Alba di sekitar rumahnya.
Pada Rabu malam, 14 Januari 2026, burung tersebut ditembak menggunakan senapan angin hingga mati.
Aksi itu kemudian direkam dan diunggah ke media sosial, sehingga menimbulkan perhatian dan keprihatinan masyarakat.
Baca Juga: Ungkap Penyebab Kematian, Polres Belu Datangkan Tim Medis Otopsi Jenazah Kalak BPBD Kabupaten Belu Polisi mendatangi lokasi kejadian, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari para saksi untuk memastikan peristiwa tersebut secara utuh dan objektif.
Kabid Humas Polda NTT menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, keadilan, serta perlindungan hukum bagi semua pihak.
"Setiap permasalahan akan kami tangani secara berimbang. Penegakan hukum dilakukan dengan tetap mempertimbangkan aspek kemanusiaan, edukasi, dan perlindungan lingkungan," jelasnya.
Terduga pelaku saat ini diproses atas dugaan penganiayaan terhadap hewan yang mengakibatkan kematian.