digtara.com -Tingginya angka kekerasan pada perempuan dan anak serta peningkatan pelayanan di bidang Reskrim di Polres Kupang belum seimbang dengan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.
Kapolres Kupang,
AKBP Rudi JJ Ledo pun menggagas penyediaan sarana dan prasarana pendukung khususnya untuk pelayanan Reskrim.
Dengan dukungan anggaran dari Pemkab Kupang, Kapolres Kupang pun membangun gedung Reskrim dan PPA Polres Kupang
Gedung dibangun diatas lahan seluas 170 meter persegi persis di sisi kanan Mako Polres Kupang.
Baca Juga: Ratusan Personel Polres Kupang Siaga Saat Libur Peringatan Isra Mi'raj Akan ada 10 ruangan di dua gedung yang akan dibangun dalam tahun 2026 ini.
Gedung Reskrim akan memiliki delapan ruangan dan gedung PPA memiliki dua ruangan pelayanan.
Pembangunan dua unit gedung ini memakan anggaran Rp 495 juta dan pembangunan mulai pada minggu kedua Januari 2026.
Pembangunan ditandai dengan doa berkat oleh tokoh agama dari gereja Katolik St Maria Fatima Taklale, Rm Gusti, Pr pada Rabu (21/1/2026).
Prosesi dilanjutkan dengan peletakan batu pertama oleh wakil bupati Kupang, Aurum Titu Eki, Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas, Kapolres Kupang, AKBP Rudi JJ Ledo, tokoh agama dan tokoh masyarakat, Thom Fanggidae.
Kapolres Kupang, AKBP Rudi JJ Ledo menyebutkan kalau Polri bergerak di bidang pelayanan publik dan masuk dalam penilaian kementerian PAN/RB
Baca Juga: Dua Kapolsek di Polres Kupang Dimutasi Mulai tahun 2025, bidang Reskrim masuk dalam pelayanan publik. Kapolres dan jajaran pun bertekad membuat pelayanan lebih baik
Satuan Reskrim sendiri menangani kasus-kasus pidana umum (Pidum), pidana tertentu (Pidter), Pidana Korupsi (Pidkor) dan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta perdagangan orang.
Kapolres menyebutkan kalau dalam kurun waktu tahun 2022-2025, kasus yang melibatkan anak meningkat mulai dari kasus cabul, setubuh, aniaya, buang bayi, aborsi. KDRT juga meningkat.
"Total ada 280 kasus anak dan perempuan yang dilaporkan dalam kurun waktu itu sehingga kami mau perbaiki pelayanam umum," tandas Kapolres.
Pemkab Kupang pun mendukung dalam anggaran pembangunan sehingga pihaknya memanfaatkan anggaran negara semaksimal mungkin.
Baca Juga: Warga Kupang-NTT Agar Waspadai Cuaca Ektrem, Polisi Pun Siaga
Kapolres berharap pembangunan gedung tersebut lancar dan manfaatnya dirasakan masyarakat kabupaten Kupang.
Selain membangun gedung dan ruangan, juga akan dilengkapi dengan semua fasilitas pendukung.
Wakil Bupati, Aurum Titu Eki juga prihatin dengan tingginya kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Kabupaten Kupang.
Wabup berharap pembangunan tidak saja sekedar pembangunan fisik namun diharapkan bisa meningkatkan pelayanan
Baca Juga: Ratusan Personel Polres Kupang Siaga Saat Libur Peringatan Isra Mi'raj "Kita sama-sama melakukan pelayanan efisien bagi masyarakat. Saya berharap pembangunan segera tuntas sehingga pelayaann lebih efisien dan efektif.
Hadirkan ruang kerja yang lebih representatif," ujar wakil bupati.
Wabup Kupang pun mengapresiasi Kapolres dan jajaran Polres Kupang atas perhatian khusus bagi perempuan dan anak terutama untuk penegakan hukum.
"Mari kita sama-sama bergandengan tangan untuk pembangunan sarana dan prasarana terbaik bagi Kabupaten Kupang," tandasnya.