digtara.com -Seorang nelayan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan hilang saat melaut.
Polres Alor menindaklanjuti laporan orang hilang yang diterima melalui layanan pengaduan 110 pada Rabu, 21 Januari 2026, sekitar pukul 21.40 Wita.
Laporan tersebut berkaitan dengan seorang nelayan yang diduga hilang di perairan Ilawe, Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor.
Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari memerintahkan Kapolsek Alor Tengah Utara dan Kasat Polairud Polres Alor AKP Kasman Sara bersama personel Sat Polairud Polres Alor, BKO Direktorat Polairud Polda NTT serta Basarnas Kabupaten Alor untuk segera menuju lokasi kejadian.
Baca Juga: Penerimaan Polri Sumber Sarjana Dibuka, Wakapolda NTT Minta Peserta Percaya Pada Kemampuan Diri Pada Rabu (21/1/2026) malam sekitar pukul 22.15 WITA, tim gabungan bergerak ke Desa Alila dan langsung melakukan upaya pencarian.
Korban diketahui adalah Jamaluddin Dukatang, seorang laki-laki berusia 39 tahun yang sehari-hari merupakan nelayan yang tinggal di Ilawe RT 005/RW 003, Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor.
Rada Rabu petang sekitar pukul 15.00 Wita, korban berangkat menuju rompong ikan menggunakan perahu body jolor untuk menyalakan lampu rompong.
Sekitar satu jam kemudian, rekan korban Soleman Waang menyusul ke rompong lain yang berjarak kurang lebih satu mil laut.
Saat Soleman mendapati lampu rompong korban tidak menyala, ia berinisiatif mendatangi lokasi dan menemukan perahu korban hanyut tanpa keberadaan korban di atasnya.
Baca Juga: Polres Ende Reka Ulang Kasus Penganiayaan Berujung Tewasnya Warga Soleman kemudian menarik perahu korban ke rompong, namun korban tidak ditemukan.
Setelah melakukan pencarian mandiri dan tidak membuahkan hasil, Soleman kembali ke darat dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa dan masyarakat setempat.
Tim gabungan Sat Polairud Polres Alor, BKO Direktorat Polairud Polda NTT, Polsek Alor Tengah Utara, Basarnas Kabupaten Alor, serta masyarakat melakukan pencarian di sekitar perairan TKP hingga pukul 00.35 Wita.
Pencarian dihentikan sementara karena kondisi cuaca buruk berupa hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Baca Juga: Polri Siaga Pantau Aktivitas Gunung Berapi dan Minta Warga Waspada
Kapolres Alor AKBP Nur Azhari menyampaikan bahwa
Polres Alor telah mengerahkan personel dan sarana pendukung untuk melakukan pencarian secara maksimal.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait, serta memastikan pelaksanaan pencarian dilakukan sesuai SOP dengan mengutamakan keselamatan personel.
Pada Kamis, 22 Januari 2026, mulai pukul 10.00 Wita, pencarian kembali dilanjutkan oleh tim gabungan dengan pembagian dua regu.
Namun hingga Kamis malam korban belum juga ditemukan sehingga pencarian dihentikan sementara dan baru akan dilanjutkan pada Jumat (23/1/2026).
Baca Juga: Penerimaan Polri Sumber Sarjana Dibuka, Wakapolda NTT Minta Peserta Percaya Pada Kemampuan Diri Pencarian direncanakan dilaksanakan hingga tujuh hari ke depan dengan memperhatikan perkembangan situasi dan kondisi cuaca.