digtara.com -Hujan deras disertai angin kencang kembali memicu bencana di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebuah bangunan dapur milik warga Kampung Nobo, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, dilaporkan ambruk total akibat terjangan cuaca ekstrem, Kamis (22/1/2026) petang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 Wita dan mengakibatkan satu orang lansia mengalami luka, serta kerugian materiil yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra membenarkan kejadian tersebut
Baca Juga: Pria di Manggarai Barat Tewas Dianiaya Tiga Keponakannya Ia menyampaikan bahwa jajaran Polres
Manggarai Barat bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi.
"Hujan lebat yang disertai angin kencang menyebabkan bangunan dapur milik warga atas nama Maksimus Nurdin ambruk. Akibat kejadian ini, satu orang korban mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis," jelas Kombes Pol Henry, Jumat (23/1/2026).
Berdasarkan laporan dari Polsek Sano Nggoang, bangunan dapur permanen yang memiliki konstruksi panggung tersebut tidak mampu menahan kuatnya hembusan angin dan curah hujan tinggi.
Struktur bangunan berupa tembok dan lantai cor akhirnya runtuh secara keseluruhan.
Saat kejadian berlangsung, Maria Muma (68), ibu mertua pemilik rumah, berada di dalam area dapur dan tertimpa reruntuhan bangunan.
"Korban mengalami luka dan nyeri di beberapa bagian tubuh. Warga sekitar dengan sigap mengevakuasi korban ke RSUD Pratama Komodo untuk mendapatkan perawatan medis," tambahnya.
Baca Juga: Sejumlah Rumah di Kota Kupang Rusak Diterjang Angin Kencang Selain mengakibatkan korban luka, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan total pada bangunan dapur, termasuk peralatan memasak dan bahan pangan berupa satu karung beras yang rusak dan tumpah.
Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 30 juta.
Aparat gabungan dari Polsek Sano Nggoang, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat langsung melakukan gotong royong di lokasi kejadian.
Petugas bersama warga mendirikan dapur darurat dengan menggunakan terpal agar keluarga korban tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Polri hadir tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan. Kami turut memberikan bantuan dan santunan sebagai wujud empati kepada warga yang terdampak musibah," ujar Kabid Humas Polda NTT.
Kombes Pol Henry mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana seperti lereng dan lahan miring.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. Apabila terjadi keadaan darurat, segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat ditangani dengan cepat," pungkasnya.
Hingga saat ini, situasi di Kampung Nobo dilaporkan aman dan kondusif, namun aparat tetap bersiaga mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Manggarai Barat.
Baca Juga: Pria di Manggarai Barat Tewas Dianiaya Tiga Keponakannya