digtara.com -Jamaludin Dukatang, seorang nelayan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan hilang saat melaut.
Polres
Alor menindaklanjuti laporan orang hilang yang diterima melalui layanan pengaduan 110 pada Rabu, 21 Januari 2026, sekitar pukul 21.40 Wita.
Jamaludin diduga hilang di perairan Ilawe, Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor.
Pencarian pada Jumat (23/1/2026) merupakan pencarian hari kedua dilakukan sejak pukul 08.00 wita hingga pukul 17.00 Wita di laut Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor.
Baca Juga: Upah Tidak Jelas, Pekerja THM di Sikka-NTT Minta Perlindungan Polisi "Pencarian lanjutan atas hilangnya Jamaluddin Dukatang di Laut Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola, Kabupaten
Alor dengan hasil nihil dan korban belum ditemukan," ujar Kapolres
Alor, AKBP Nur Azhari pada Jumat (23/1/2026) malam.
Pencarian di hari kedua melibatkan Satpoairud Polres Alor, Basarnas, BKO Ditpolairud Polda NTT, Pos TNI-AL Alor, BPBD Kabupaten Alor, masyarakat nelayan Kampung Ilawe Desa Alila Timur Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor.
Polres Alor mengoptimalkan pencarian hari ketiga pada Sabtu (24/1/2026) di sekitar lokasi diperkirakan jatuh dan hilang.
Kapolres
Alor, AKBP Nur Azhari memerintahkan Kapolsek
Alor Tengah Utara dan Kasat Polairud Polres
Alor AKP Kasman Sara bersama personel Sat Polairud Polres
Alor, BKO Direktorat Polairud Polda NTT serta Basarnas Kabupaten
Alor untuk segera menuju lokasi kejadian.
Pada Rabu (21/1/2026) malam sekitar pukul 22.15 WITA, tim gabungan bergerak ke Desa Alila dan langsung melakukan upaya pencarian.
Korban diketahui adalah Jamaluddin Dukatang, seorang laki-laki berusia 39 tahun yang sehari-hari merupakan nelayan yang tinggal di Ilawe RT 005/RW 003, Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor.
Baca Juga: Nelayan di Alor-NTT Hilang saat Melaut, Kapolres Kerahkan Anggota Bantu Temukan Korban Rada Rabu petang sekitar pukul 15.00 Wita, korban berangkat menuju rompong ikan menggunakan perahu bodi jolor untuk menyalakan lampu rompong.
Sekitar satu jam kemudian, rekan korban Soleman Waang menyusul ke rompong lain yang berjarak kurang lebih satu mil laut.
Saat Soleman mendapati lampu rompong korban tidak menyala, ia berinisiatif mendatangi lokasi dan menemukan perahu korban hanyut tanpa keberadaan korban di atasnya.
Soleman kemudian menarik perahu korban ke rompong, namun korban tidak ditemukan.
Setelah melakukan pencarian mandiri dan tidak membuahkan hasil, Soleman kembali ke darat dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa dan masyarakat setempat.
Tim gabungan Sat Polairud Polres Alor, BKO Direktorat Polairud Polda NTT, Polsek Alor Tengah Utara, Basarnas Kabupaten Alor, serta masyarakat melakukan pencarian di sekitar perairan TKP hingga pukul 00.35 Wita.
Pencarian dihentikan sementara karena kondisi cuaca buruk berupa hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Baca Juga: Upah Tidak Jelas, Pekerja THM di Sikka-NTT Minta Perlindungan Polisi
Kapolres
Alor AKBP Nur Azhari menyampaikan bahwa Polres
Alor telah mengerahkan personel dan sarana pendukung untuk melakukan pencarian secara maksimal.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait, serta memastikan pelaksanaan pencarian dilakukan sesuai SOP dengan mengutamakan keselamatan personel.
Pencarian direncanakan dilaksanakan hingga tujuh hari ke depan dengan memperhatikan perkembangan situasi dan kondisi cuaca.