digtara.com -Bencana alam menimbulkan kejadian tragis di Dusun Kahagoleng, Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, pada Jumat (23/1/2026) petang.
AN (59), seorang petani setempat ditemukan meninggal dunia di kebun miliknya diduga
tertimpa pohon kemiri yang tumbang.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 17.00 Wita, setelah korban tidak kunjung pulang ke rumah sejak berangkat ke kebun pada siang hari.
Jumat siang sekitar pukul 12.00 Wita, korban pamit kepada keluarga untuk pergi ke kebun memberi makan hewan peliharaannya babi dan anjing.
Baca Juga: Hari Kedua Pencarian, Nelayan di Alor-NTT Masih Belum Ditemukan Namun hingga sore hari, korban tak juga kembali ke rumah.
Merasa khawatir, keluarga bersama sejumlah warga kemudian berinisiatif mencari korban dengan menyusuri area kebun korban yang berjarak kurang lebih 20 meter dari badan jalan raya.
Setibanya di lokasi kebun, warga kaget dengan pemandangan sebuah pohon kemiri berukuran besar yang tumbang.
Saat mendekati pohon tersebut sambil memanggil nama korban, warga menemukan korban dalam kondisi telungkup di bawah batang pohon, dengan tubuh tertimpa reruntuhan kayu dan dahan kemiri.
Melihat kondisi korban, kerabat korban bersama warga sekitar segera melakukan upaya evakuasi secara manual menggunakan parang untuk memotong dahan-dahan pohon yang menimpa tubuh korban.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama dan penuh kehati-hatian mengingat kondisi cuaca yang mulai memburuk.
Baca Juga: Pemuda di Sikka Tewas Tersengat Listrik Saat Isi Token Sekitar pukul 19.30 Wita, korban akhirnya berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Jenazah korban dibawa menggunakan mobil pick up menuju rumah duka di Dusun Kahagoleng, Kabupaten Sikka untuk disemayamkan.
Pihak keluarga korban segera melaporkan kejadian itu ke Bhabinkamtibmas Desa Wogalirit serta Kanit Reskrim Polsek Bola.
Kanit Reskrim Polsek Bola kemudian berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres
Sikka guna melakukan penanganan lebih lanjut di tempat kejadian perkara (TKP).
Namun demikian, berdasarkan informasi dari pihak keluarga, kondisi cuaca hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tim identifikasi belum dapat segera turun ke TKP pada hari yang sama.
Baca Juga: Dua Rumah Warga Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan di Kabupaten Sikka
Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan dilakukan pada Sabtu (24/1/2026).
Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyampaikan kesediaannya untuk membuat surat pernyataan penolakan otopsi, yang ditandatangani saat pihak Polsek Bola melaksanakan olah TKP.
Jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka dan pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah awal berupa pendataan saksi serta pengamanan situasi di sekitar lokasi kejadian.
Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan kejadian tersebut dan memastikan bahwa penanganan dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Baca Juga: Hari Kedua Pencarian, Nelayan di Alor-NTT Masih Belum Ditemukan