digtara.com -Satu lagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia di luar negeri.
Nofri Oscar, pria berusia 27 tahun ini meninggal dunia di Malaysia. Ia dilaporkan sakit dan kemudian meninggal dunia.
Jenazah PMI asal Kabupaten Belu kemudian dipulangkan pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Jenazah Nofri Oscar dikirim dari negara Malaysia dan tiba di Kota Kupang, NTT pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 Wita.
Baca Juga: Terancam Hukuman Satu Tahun Lebih, Pelaku Penembakan Burung Hantu di Belu Tidak Ditahan Jenazah langsung dijemput pihak keluarga dan dibawa ke kampung halaman di desa Dusun Ninluli, Desa Asamanu, Kecamatan Rainhat, Kabupaten
Belu.
Anak dari pasangan Anaklitu Oscar (50) dan Bernadina Rika (51) ini merantau ke negara Jiran Malaysia pada umur 10 tahun.
Ia dijemput oleh ayah dan ibu kandungnya untuk sama-sama pergi merantau di negara Jiran Malaysia tanpa perusahaan resmi yang mengelola tenaga kerja di negara Malaysia.
Awal mula masuk ke negara Malaysia melewati jalur tikus Nunukan, Kalimantan Utara.
Sesampainya di negara Malaysia, baru orang tua korban mengurus paspor dan visa untuk nya melalui jalur tidak resmi.
Nofri Oscar selama ini bekerja di negara Malaysia sebagai serikat buruh sampai almarhum meninggal dunia diduga akibat sakit jantung.
Baca Juga: Jenazah Purnawirawan TNI AD Ditemukan dDi Zona Bebas Perbatasan Indonesia-Timor Leste Selama berada di negara Malaysia, Nofri Oscar pernah pulang ke Indonesia pada tahun 2017 karena neneknya meninggal dunia, di dusun Ninluli RT 004/RW 002, Desa Asumanu, kecamatan Raihat, kabupaten
Belu, NTT.
Saat itu almarhum kembali seorang diri melalui jalur resmi, karena almarhum sudah memiliki paspor.
Pasca pulang melayat nenek almarhum yang meninggal, mulai dari itu almarhum sudah tidak pernah pulang sampai saat meninggal dunia.
Almarhum meninggal pada 18 Januari 2026 di rumah sakit Umum Ladato Sabah Malaysia.
Sesuai keterangan dokter, almarhum meninggal karena sakit severe heart Failure atau gagal jantung stadium berat.
Baca Juga: Diduga Mabuk Miras, Siswi SMA di Belu-NTT Disetubuhi Sejumlah Pemuda
Setelah meninggal dunia, almarhum didampingi saudara almarhum, Irfan Siku dan mengurus
jenazah almarhum sampai dikirim pulang ke negara Indonesia.
Sementara orang tua kandung almarhum, pulang ke negara Indonesia melalui jalur tidak resmi yakni melewati daerah sungai Nyambung Sabatik, Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.
Kedua orang tua pulang lewat jalur tikus atau jalur tidak resmi karena kedua orangtua almarhum masih mengurus visa kerja yang terbaru di KBRI.
Baca Juga: Terancam Hukuman Satu Tahun Lebih, Pelaku Penembakan Burung Hantu di Belu Tidak Ditahan