digtara.com - Bencana tanah longsor melanda Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 16.00 Wita lalu.
Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga warga meninggal dunia serta ratusan warga lainnya terpaksa
mengungsi akibat rumah dan lahan pertanian tertimbun material
longsor.
Kapolsek Lamba Leda Utara Iptu Aris Ahmad, menjelaskan, longsor terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari.
Sekitar pukul 16.00 Wita, warga mendengar suara gemuruh dan getaran tanah sebelum material tanah dan batu dari bukit di sebelah timur Kampung Pau runtuh dan menimpa permukiman warga.
Baca Juga: Dua Perempuan di Manggarai Timur Masih Tertimbun Tanah Longsor Dalam kejadian ini, empat warga sempat tertimbun
longsor. Tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia, yakni Theresia Resem (50), Yustina Mira (18), dan Albina Ria (45).
Dua korban masih tertimbun material longsor dan hingga Minggu (25/1/2026) masih dalam proses pencarian.
Sementara satu korban lainnya, balita berusia tiga tahun, selamat dan telah dipulangkan setelah mendapat perawatan medis.
Selain menelan korban jiwa,
longsor juga menyebabkan sedikitnya empat rumah dan satu dapur warga rusak berat dan ringan.
Material longsor turut merusak persawahan milik 38 kepala keluarga di tiga kampung, menewaskan ternak warga, menimbun kebun kopi, kemiri, dan cengkeh, serta merusak saluran irigasi Wae Nua dan Wejang Rating. Dua ruang kelas SDK Meni juga terdampak longsoran.
Akibat bencana tersebut, sekitar 500 warga dari Kampung Pau dan Kampung Tuwa terpaksa mengungsi ke rumah keluarga di Kampung Rentung dan Golo Pote.
Baca Juga: Dua Warga Hilang Pasca Longsor di Kabupaten Manggarai Timur Tim gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Basarnas, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, serta masyarakat setempat telah melakukan evakuasi, penanganan darurat, dan pencarian korban secara manual.
Namun upaya tersebut masih terkendala cuaca ekstrem dan akses jalan yang rusak berat.
Evakuasi lanjutan oleh tim gabungan direncanakan kembali dilakukan pada Senin (26/1/2026) sambil menunggu bantuan alat berat dari Dinas PUPR Manggarai Timur.