digtara.com -Cuaca ekstrem dalam sepekan ini menyebabkan krisis energi di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Akibatnya pasokan Bahan Bakar Minyak (
BBM) terhambat akibat hujan dan gelombang tinggi.
Stok BBM yang menipis ini membuat PLN di wilayah tersebut mengambil langkah untuk membatasi pemakaian listrik dengan pemadaman bergilir.
Pertamina Patra Niaga membenarkan kejadian ini dan akan berupaya mempercepat distribusi apabila larangan berlayar telah dicabut oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang.
Baca Juga: Mati Mesin, KM Abadi Jaya-A1 Kandas di Perairan Sumba Barat Daya Ahad Rahedi selaku Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan
Rote Ndao salah satu titik yang terimbas.
Stok BBM untuk pembangkit yang mereka distribusikan terpaksa ditunda sampai adanya izin berlayar.
"Cuaca buruk yang terjadi sejak 13 Januari lalu membuat aktivitas pengiriman BBM menjadi terkendala dikarenakan edaran larangan berlayar dari KSOP Kupang," jelasnya pada akhir pekan lalu.
Akibat dari
pemadaman listrik tersebut SPBU yang ada di
Rote Ndao pun melayani konsumen dengan bantuan genset.
"Pasca dilakukannya pemadaman dari PLN imbas menipisnya stok BBM untuk pembangkit, seluruh SPBU tetap beroperasi dengan menggunakan genset dari pagi sampai dengan sore hari," ujar Ahad.
Pelayanan BBM kepada masyarakat di Rote Ndao melalui SPBU juga terpaksa dilakukan melalui penyesuaian penyaluran agar stok terjaga sampai pelayaran kembali dilakukan.
Baca Juga: Tujuh Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Penganiayaan di Rote Ndao Dilimpahkan ke Kejaksaan Sementara pihaknya terus berkoordinasi dengan KSOP dan BMKG
Rote Ndao terkait kendala cuaca buruk.
"Paralel, Terminal BBM Tenau, Kupang, sebagai supply point telah mengajukan permohonan prioritas sandar dan loading untuk kapal tujuan wilayah Rote Ndao, termasuk Sabu Raijua," terangnya.
Untuk meminimalisir potensi penyalahgunaan pihaknya pun berkoordinasi dengan Pemda Rote Ndao dan aparat penegak hukum terutama terhadap pelangsir.
Pemblokiran bagi kendaraan yang terindikasi pelangsir juga dilakukan.
Manager ULP PLN
Rote Ndao, Yohanes Fernandes Lay, secara terpisah membenarkan stok
BBM untuk operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) saat ini berada pada kondisi terbatas.
Maka dari itu pihaknya terpaksa memadamkan listrik secara bergilir hingga 31 Januari 2026.
"Itu dilakukan selama pasokan BBM belum tiba agar mencegah terjadinya pemadaman total di seluruh Pulau Rote," jelas dia.
BMKG Maritim Tenau Kupang sebelumnya mengeluarkan potensi gelombang tinggi di Selat Rote mencapai 2,5 hingga 4 meter sepanjang Januari 2026.
Baca Juga: Mati Mesin, KM Abadi Jaya-A1 Kandas di Perairan Sumba Barat Daya
Atas pertimbangan tersebut KSOP Kelas III Kupang mengeluarkan imbauan larangan pelayaran.
Kondisi ini membuat kapal pengangkut BBM ke Rote Ndao tidak dapat berlayar.