Cuaca Ekstrem, Pencarian Korban Tanah Longsor Secara Manual di Manggarai Timur Dilakukan Secara Manual

Imanuel Lodja - Senin, 26 Januari 2026 15:22 WIB
ist
Cuaca Ekstrem, Pencarian Korban Tanah Longsor Secara Manual di Manggarai Timur Dilakukan Secara Manual

digtara.com -Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban bencana tanah longsor di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, memasuki hari ketiga pada Sabtu (24/1/2026).

Hingga sore hari, dua warga yang dilaporkan tertimbun material longsor masih belum berhasil ditemukan.

Kepala Basarnas Maumere, Fathur Rahman, mengatakan tim SAR gabungan terus memaksimalkan upaya pencarian dengan metode penyisiran dan penggalian manual di sekitar lokasi kejadian perkara (LKK).

"Tim sudah bekerja sejak pagi dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Pencarian dilakukan secara manual karena kondisi medan dan cuaca belum memungkinkan penggunaan alat berat secara optimal," ujar Fathur Rahman dalam keterangannya.

Baca Juga: Tiga Warga Manggarai Timur Meninggal Akibat Longsor, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

Ia menjelaskan, longsor dipicu oleh peningkatan curah hujan sejak Kamis (22/1/2026) sore. Dua korban yang masih dalam pencarian masing-masing atas nama Theresia Resen (47) dan Yustina Mira (19), warga Kampung Pau, Desa Goreng Meni.

Menurut Fathur Rahman, operasi SAR menghadapi sejumlah kendala di lapangan, antara lain hujan, angin, dan kabut, serta akses menuju lokasi yang masih tertutup material longsor dan adanya longsor susulan di beberapa titik.

Meski demikian, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat tetap melanjutkan pencarian hingga sore hari dengan hasil sementara nihil.

"Operasi SAR akan kembali dilanjutkan besok pagi dengan evaluasi menyeluruh terhadap strategi pencarian, menyesuaikan kondisi cuaca dan keamanan di lokasi," tambahnya.

Operasi SAR ini melibatkan lebih dari 100 personel gabungan dan didukung peralatan darat, peralatan evakuasi, kendaraan operasional, serta perlengkapan medis.

Baca Juga: Ancaman Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem, Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah Minta Perkuat Mitigasi yang Baik dan Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah

Kepala Desa Goreng Meni, Aleksius Talis menyebutkan kalau pada Kamis 22 Januari 2026 hujan terus mengguyur di wilayah Desa Goreng Meni disertai angin kencang.

Sekitar pukul 16.00 wita, terdengar suara gemuruh dan getaran tanah di ikuti jatuhnya material tanah dan batu dari arah bukit sebelah timur kampung Pau yang mengakibatkan rumah warga rusak berat tertimbun material longsor dan menelan korban jiwa.

Dampak bencana alam tanah longsor tersebut mengakibatkan empat rumah dan satu dapur milik warga rusak berat dan ringan tertimbun material longsor.

Keempat orang pemilik rumah dan satu orang pemilik dapur tersebut yaitu Kongradus Lasa (57), kondisi rumah beratap seng, lantai semen dan dinding papan ukuran 7x8 meter tertimbun material longsor.

Rumah Ardianus Matris (45), tertimbun material longsor. Rumah tersebut beratap seng, lantai semen, berdinding setengah tembok, ukuran 6x7 meter.

Baca Juga: Dua Perempuan di Manggarai Timur Masih Tertimbun Tanah Longsor

Hendrikus Nabar (30), kondisi dapur rusak berat. Dapur beratap seng, lantai semen, berdinding papan, ukuran 4x5 meter.

Rumah milik Polus Hasmin (45) juga rusak ringan. Rumah beratap seng, lantai semen, berdinding bata/tembok, ukuran 7x8 meter.

Kondisi rumah rusak ringan juga dialami Lorens Suma (45). Rumahnya beratap seng, lantai semen, berdinding papan dengan ukuran 6x7 meter.


Sementara empat orang warga tertimbun tanah longsor yakni Theresia Resem (30). Ia sudah satu minggu berada di rumah Kongradus Lasa untuk berobat tangannya yang patah, korban merupakan saudari kandung dari Kongradus Lasa.

Albina Ria (45) saat itu sedang berada di dalam rumahnya sendiri. Korban merupakan istri dari saudara Kongradus Lasa dan saat kejadian suami korban sedang berada di kebun.

Yustina Mira (18), seorang pelajar yang merupakan anak dari Kongradus Lasa dan Albina Ria, saat kejadian sedang berada dalam rumah.

Korban lainnya, Apri Nikolaus Acan, adik dari Yusrina Mira atau anak dari Kongradus Lasa dan Albina Ria. Bocah berusia tiga tahun ini sedang ada dalam rumah saat kejadian tersebut.

Baca Juga: Tiga Warga Manggarai Timur Meninggal Akibat Longsor, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

"Keempat korban tersebut merupakan istri, anak dan saudari kandung dari Kongradus Lasa," ujar Kapolsek Lamba Leda Timur, Iptu Aris Ahmad.

Dalam peristiwa ini dua korban meninggal dunia akibat tertimbun material longsor yakni Theresia Resem (50) dan Yustina Mira (18)

Kedua korban tersebut tertimbun material longsor dan hingga saat ini belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian manual sambil menunggu alat berat dari Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Timur.

Dua orang warga mengalami luka-luka yakni Albina Ria dan Apri Acan. Kedua orang warga tersebut telah dievakuasi oleh TNI, Polri dibantu oleh Pemerintah Desa dan warga setempat dan dibawa ke Puskesmas Benteng Jawa untuk mendapatkan perawatan medis pada saat setelah kejadian yaitu pada Kamis 22 Januari 2026.

Pada Kamis tengah malam sekitar pukul. 24.00 wita, korban Albina Ria meninggal dunia di Puskesmas Benteng Jawa dan jenazah korban disemayamkan di rumah keluarga di kampung Pau, Desa Goreng Meni.

Baca Juga: Ancaman Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem, Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah Minta Perkuat Mitigasi yang Baik dan Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah

"Korban Apri Nikolaus Acan sudah bisa dipulangkan dan dilakukan perawatan jalan," tambah Kapolsek.

Bencana tanah longsor juga merusak persawahan milik warga sebanyak 38 KK menyebar di tiga kampung yaitu kampung Pau, Rentung dan Tuw, satu tambak ikan, empat ekor kerbau milik warga juga mati.

Selain itu, di halaman sekolah dan dua ruang kelas SDK Meni terdapat tumpukan material longsor, kebun kopi, kebun kemiri dan kebun cengkeh milik warga juga tertimbun material longsor.

Saluran Irigasi Wae Nua dan Irigasi Wejang Rating juga rusak berat dihantam tanah longsor.

Tercatat warga dari kampung Tuwa yang mengungsi sebanyak 67 KK atau kurang lebih 200 jiwa dan jumlah warga dari kampung Pau yang mengungsi sebanyak 89 KK atau kurang lebih 500 jiwa.

Baca Juga: Dua Perempuan di Manggarai Timur Masih Tertimbun Tanah Longsor

Warga tersebut mengungsi di rumah keluarga di kampung Rentung dan kampung Golo Pote, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Timur ke Posko bencana alam di kampung Rentung Desa Goreng Meni Kecamatan Lamba Leda Utara untuk membawa bantuan darurat berupa bantuan sembako, selimut dan terpal.


Selain evakuasi warga dan penanganan darurat untuk meminimalisir kerusakan akibat bencana alam juga sudah dilakukan pembagian bantuan darurat kepada warga yang terkena dampak berupa, makanan, air dan obat-obatan.

upaya pencarian korban yang tertimbun material longsor masih terus dilakukan. Aparat keamanan juga mengamankan barang-barang milik warga yang terkena dampak bencana.

Kapolsek juga menyebutkan kalau jarak tempuh Polsek ke kampung Pau Desa Goreng Meni sekitar tiga jam perjalanan dengan kondisi jalan rusak berat.

"Hingga saat ini cuaca masih ekstrim sehingga belum bisa dilakukan evakuasi namun pencarian manual sudah dilakukan namun belum membuahkan hasil," tandas Kapolsek.

Baca Juga: Tiga Warga Manggarai Timur Meninggal Akibat Longsor, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Satu Korban Tertimbun Tanah Longsor di Manggarai Timur Ditemukan

Nusantara

Tiga Warga Manggarai Timur Meninggal Akibat Longsor, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

Nusantara

Ancaman Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem, Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah Minta Perkuat Mitigasi yang Baik dan Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah

Nusantara

Dua Perempuan di Manggarai Timur Masih Tertimbun Tanah Longsor

Nusantara

Dua Warga Hilang Pasca Longsor di Kabupaten Manggarai Timur

Nusantara

Dua Rumah Warga Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan di Kabupaten Sikka