digtara.com -Upaya pencarian bocah di Kabupaten Sumba Barat Daya yang hilang tersapu ombak saat menonton kapal karam membuahkan hasil.
Sebelumnya tim menemukan dua orang korban yakni Iprianto Mete (9) dan Alfred Saputra Mone (9).
Dua bocah ini ditemukan pada Selasa (27/1/2026) pagi dalam keadaan meninggal dunia.
Sementara satu korban lagi Adrianto Mete (9) ditemukan pada Rabu (28/1/2026) pagi
Baca Juga: Dendam Lama, Warga Sumba Barat Daya-NTT Dibunuh Saat Nonton Latihan Pasola "Sudah ditemukan semua dan jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga," ujar Wakapolres Sumba Barat Daya, Kompol Jefris Fanggidae pada Rabu malam.
Tiga bocah sekolah dasar di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT ini hilang tersapu ombak saat menonton kapal karam pada Senin (26/1/2026) siang.
Tiga korban yang tersapu ombak masing-masing Alfres Mone (6), siswa kelas I sekolah dasar, Iprianto Mete (9) dan Adrianto Mete (9), siswa kelas III sekolah dasar.
Para korban merupakan warga Poudawa, Desa Wemaringi dan Kalembu Rame, Desa Wemaringi, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Ketiga bocah ini hilang dan tenggelam di pantai Webuku, Desa Wemaringi, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Korban dan rekan mereka Jok Eldon Helo (11) sedang duduk di pesisir pantai Webuku, Desa Wemaringi, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya sambil melihat bangkai kapal KM Abadi Jaya-A1 yang terdampar di pantai tersebut.
Baca Juga: Polresta Kupang Kota-Imigrasi TPI Kupang Bahas Masalah TPPO dan Imigran Gelap Tanpa diduga, gelombang dan ombak yang tinggi muncul.
Jok Eldon Helo dan tiga orang korban tersapu ombak dan terseret ke dalam laut. Jok Eldon Helo berusaha berenang hingga ke tepian pantai
Kemudian setelah selamat, ia sempat melihat tiga korban yang merupakan teman- temannya sudah terbawa ke dalam laut
Warga masyarakat di sekitar pantai Webuku yang melihat dan mengetahui peristiwa tersebut datang dan memberi bantuan terhadap Jok dan berupaya mencari korban.
Anggota Polsek bersama keluarga korban dan masyarakat berupa mencari korban di sekitar bangkai kapal dan di sekitar pesisir pantai dekat lokasi kejadian dengan berjalan kaki menyisir sepanjang bibir pantai
Polres Sumba Barat Daya juga berkoordinasi dan meminta bantuan Basarnas untuk membantu melakukan pencarian korban, yang diperkirakan masih ada di dasar laut.
Baca Juga: Aniaya Paman Hingga Tewas, Kakak Beradik di Manggarai Barat Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Namun cuaca buruk disertai gelombang air laut besar dan angin kencang sehingga masyarakat tidak berani berenang dan menyelam untuk mencari korban.
Selain itu ketiadaan peralatan seperti perahu dan alat lainnya juga menjadi kendala dalam pencarian korban.
"Upaya pencaharian ketiga anak yan menjadi korban terus dilakukan Polsek Kodi Bangedo bersama masyarakat.
Pencaharian tidak dapat dilakukan maksimal terkendala cuaca dan ombak besar saat ini," ujar Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Harianto Rantesalu pada Senin malam.
Baca Juga: Dendam Lama, Warga Sumba Barat Daya-NTT Dibunuh Saat Nonton Latihan Pasola Pencarian tiga orang anak hanyut terbawa arus oleh masyarakat setempat di sekitar kapal karam KM Abadi Jaya A1 dilanjutkan pada Selasa (27/1/2026) pagi.
Pencarian dilakukan di pesisir Pantai Waibuku Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Balaghar.
Dalam pencarian tersebut telah dtemukan dua orang korban dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 07.00 Wita.
Jenazah kedua korban ditemukan di pesisir Pantai Marapu, Desa Waimaringi Kecamatan Kodi Balaghar atau sekitar satu kilometer dari posisi kapal karam.
Baca Juga: Polresta Kupang Kota-Imigrasi TPI Kupang Bahas Masalah TPPO dan Imigran Gelap