digtara.com -Sebanyak 132 siswa sekolah dasar, SMP dan SMA di Kabupaten Manggarai Barat, NTT diduga keracunan usai mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).
132 siswa ini berasal dari sejumlah sekolah yakni SMAN 1 Kuwus sebanyak 42 orang, SMKN 1 Kuwus sembilan orang, SMPN 2 Kuwus sebanyak 31 orang dan SDI Golo Welu 2 sebanyak 20 orang dan SDI Golo Bombong 30 orang.
Para iswa ini memiliki keluhan yang sama diduga keracunan usai menyantap menuMBG pada Rabu, 28 Januari 2026 lalu.
Mereka menyantap menu nasi putih, semur telur, tempe goreng krispi, tumis sawi hijau, toge dan labu siam serta buah semangka
Baca Juga: Polisi di Manggarai Barat Jadi Jembatan Bagi Siswa Saat Arus Deras MBG ini disiapkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuwus Barat yang dikoordinir Atanas Dewi Surya Dogon.
Penerima MBG siswa dan siswi sekolah dasar mulai mengkonsumsi sekitar pukul 09.30 wita.
Sementara siswa dan siswi SMP dan SMA mengkonsumsi MBG sekitar pukul 12.30 wita.
Pasca menikmati menu ini, sejumlah siswa merasakan sakit perut, mual, pusing serta muntah-muntah hingga ada siswa yang mencret sejak Rabu, 28 Januari 2026 malam hingga Kamis (29/1/2026) subuh.
Sebagian siswa yang menjadi korban menjalani penanganan medis di Puskesmas Golo Welu, Kabupaten Manggarai Barat dan Pustu.
Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat pun sudah melakukan pemeriksaan sampel.
Baca Juga: Pelaku Pencurian di Manggarai Barat Diamankan Saat Polisi Melakukan Operasi Lalu Lintas Kepala Desa Pangga, Patrisius Suwandi, saat dihubungi Sabtu (31/1/2026) pagi, mengkonfirmasi bahwa siswa dari SMP Negeri 2 Kuwus adalah kelompok yang paling banyak terkena dampak, diikuti oleh sejumlah pelajar SD dan SMA di kawasan yang sama.
"Betul ada sekitar banyak siswa SMP 2 yang ke puskesmas, diduga keracunan MBG yang dikonsumsi kemarin. Siswa SD juga banyak, ada juga anak SMA. Tapi sebagian yang kondisinya tidak terlalu berat dirawat di Pustu saja," ujarnya.
Menurutnya, semua korban yang mengalami keluhan mendapatkan makanan dari satu sumber dapur MBG yang sama.
Satuan pelayanan yang menyediakan makanan
MBG untuk sekolah-sekolah tersebut adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuwus, dengan dapur produksi yang berlokasi di Nao.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Odjo, membenarkan kasus ini dan menjelaskan bahwa tim telah mengambil langkah cepat untuk mengungkap penyebab pasti kejadian.
Baca Juga: Ketua Partai Gerindra Kabupaten TTU Dipolisikan Terkait MBG
Adi Odjo menuturkan Tim Surveilance Dinkes
Manggarai Barat telah melakukan pengambilan sampel pada hari yang sama, tepatnya pada sore hari, (Kamis, 29/1) di dapur
MBG Nao dan Puskesmas Golo Welu.
"Kami mengambil sampel makanan yang tersisa, bahan baku yang digunakan, serta spesimen dari korban untuk diuji di laboratorium. Hasil pemeriksaan ini akan menjadi dasar penentuan penyebab pasti dan langkah penanganan selanjutnya," ujarnya.
Ketua Satgas Program MBG Kabupaten Manggarai Barat sekaligus Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau spekulasi yang berpotensi menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu.
Baca Juga: Polisi di Manggarai Barat Jadi Jembatan Bagi Siswa Saat Arus Deras "Badan Gizi Nasional dan Dinkes
Manggarai Barat sedang bekerja secara maksimal untuk mencari kebenaran penyebab utamanya. Tim sudah berada di lapangan semenjak kejadian terdeteksi, mereka sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti. Mohon semua pihak untuk bersabar dan menunggu informasi resmi," kata Sekda Hans.
Pihaknya masih melakukan verifikasi terkait mitra penyelenggara MBG yang bersangkutan dan tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
"Kita tunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk kejelasan selanjutnya. Kami juga akan segera mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keamanan program MBG di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Barat," tambahnya.
Usai pengambilan sampel di lokasi, Dinas Kesehatan Kabupaten
Manggarai Barat mengumumkan hasil observasi awal terkait dugaan kejadian
keracunan yang dilaporkan di Satuan Pendidikan Penggerak Guru (SPPG) Kuwus Barat, Kolang.
Dinas kesehatan menyampaikan bahwa inspeksi kesehatan lingkungan eksternal lokasi mencapai skor 94 persen, yang termasuk kategori sangat baik dan memenuhi standar kesehatan lingkungan yang ditetapkan (>70 persen).
Hal ini menunjukkan kondisi sanitasi lingkungan secara umum dalam keadaan baik.
Baca Juga: Pelaku Pencurian di Manggarai Barat Diamankan Saat Polisi Melakukan Operasi Lalu Lintas Pengujian cepat terhadap kualitas air minum dan air bersih yang digunakan juga dilakukan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan negatif terhadap bakteri Ecoli dan total koliform, sehingga mengindikasikan air bukan menjadi sumber masalah pada dugaan kejadian keracunan tersebut.
Namun, pemeriksaan sampel makanan tidak dapat dilakukan karena tidak tersedianya food sample bank dari produksi hari kejadian.
"Menyikapi temuan tersebut dan untuk mengutamakan prinsip kehati-hatian, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten
Manggarai Barat telah mengeluarkan perintah untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan produksi dan distribusi makanan dari fasilitas terkait," ujar Kepala Dinas Kesehatan
Manggarai Barat.
Penutupan sementara tersebut berlangsung hingga observasi internal dari pihak Badan Guru dan Tenaga Kependidikan (BGN) serta seluruh protokol keamanan pangan dapat dipastikan telah dipatuhi sepenuhnya.
Baca Juga: Ketua Partai Gerindra Kabupaten TTU Dipolisikan Terkait MBG