digtara.com -Polda NTT menggelar operasi keselamatan lalu lintas dengan sandi Operasi Keselamatan Turangga 2026.
Operasi ini diawali dengan upacara gelar pasukan dalam rangka operasi keselamatan Turangga 2026 pada Senin (2/2/2026) di lapangan Bhayangkara
Polda NTT.
Upacara yang dipimpin Irwasda Polda NTT, Kombes Pol Enriko Sugiharto Silalahi mengusung tema "Terwujudnya Kamseltibcar Lantas yang aman, nyaman dan selamat menjelang pelaksanaan operasi Ketupat 2026".
Upacara yang dihadiri instansi terkait seperti TNI, Jasa Raharja, Pol PP dan Dishub ditandai dengan penyematan pita operasi kepada perwakilan.
Baca Juga: Berkas Perkara Penyelundupan Manusia P21, Tersangka WNA Bangladesh Dilimpahkan ke Kejaksaan Kombes Pol Enriko Sugiharto Silalahi menegaskan bahwa apel gelar pasukan untuk memastikan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana pendukung agar pelaksanaan operasi dapat berjalan optimal dan berhasil sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
"Apel gelar pasukan ini merupakan tahapan penting untuk memastikan kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan berhasil guna sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan," ujarnya.
Ia juga menyoroti dinamika permasalahan lalu lintas di era modernisasi dan digitalisasi transportasi saat ini.
Menurutnya, Polantas dituntut untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerja melalui implementasi Program Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) dalam mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman dan nyaman.
Berdasarkan hasil Analisis dan Evaluasi (Anev) Kamtibmas Tahun 2025 di wilayah hukum Polda NTT, kondisi lalu lintas masih memerlukan perhatian serius.
Tercatat sepanjang tahun 2025 terjadi 1.897 kejadian kecelakaan lalu lintas, meningkat sebesar 19 persen atau 300 kejadian dibandingkan tahun 2024.
Baca Juga: Polda NTT Bantu Pencarian Dua Nelayan Paga yang Hilang di Perairan Sikka Meskipun jumlah korban meninggal dunia mengalami penurunan sebesar 11,27 persen atau 374 jiwa, Irwasda menegaskan bahwa setiap nyawa yang hilang di jalan raya tetap menjadi perhatian serius dan harus diminimalisir.
Sementara itu, korban luka ringan mengalami kenaikan 28,85 persen dengan total 2.354 orang, dan jumlah pelanggaran lalu lintas menurun 10 persen menjadi 32.200 pelanggaran, namun tetap perlu ditekan secara signifikan.
Irwasda Polda NTT juga memaparkan faktor-faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda NTT, diantaranya faktor manusia yang didominasi pengendara di bawah pengaruh alkohol khususnya miras lokal, kurang kehati-hatian, serta pelanggaran aturan lalu lintas.
Selain itu, faktor kendaraan yang tidak laik jalan dan faktor kondisi jalan serta lingkungan juga menjadi penyumbang terjadinya
kecelakaan.
Untuk menciptakan kondisi Kamseltibcarlantas menjelang Idul Fitri 1447 H, Polri melaksanakan operasi keselamatan Turangga 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 14 Februari 2026, secara serentak di seluruh Indonesia.
Operasi ini mengedepankan kegiatan preemtif, preventif, dan humanis guna meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
Baca Juga: Dua Warga Masih Tertimbun, Satbrimob Polda NTT Bantu Cari Korban Longsor Goreng Meni
Sasaran operasi meliputi berbagai potensi gangguan Kamseltibcarlantas, antara lain penggunaan knalpot tidak sesuai standar, kendaraan tidak laik jalan, kendaraan di bawah pengaruh alkohol, penggunaan sirine dan rotator ilegal, TNKB tidak sesuai ketentuan, hingga pelanggaran penggunaan helm dan kelebihan muatan.
"Diharapkan melalui
Operasi Keselamatan Turangga 2026 ini dapat menekan angka pelanggaran serta menurunkan jumlah korban fatalitas
kecelakaan lalu lintas," ujar Kombes Pol Enriko.
Irwasda Polda NTT menekankan kepada seluruh personel agar senantiasa berdoa sebelum bertugas, mengutamakan keselamatan dengan mempedomani SOP, memperkuat sinergitas antarinstansi, mengedepankan sikap humanis, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak citra Polri.
"Dengan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini Senin, 2 Februari 2026, Operasi Keselamatan Turangga Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dimulai," tandasnya.
Baca Juga: Berkas Perkara Penyelundupan Manusia P21, Tersangka WNA Bangladesh Dilimpahkan ke Kejaksaan