digtara.com -Sebuah video perkelahian antar sesama pelajar di Kabupaten Rote Ndao, NTT viral di media sosial sejak akhir pekan lalu.
Siswa yang terlibat dalam aksi kekerasan pada jam sekolah ini merupakan siswa
SMA Oetefu, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten
Rote Ndao.
"Benar ada siswa yang terlibat perkelahian yang sempat viral," ujar Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono melalui Kasat Reskrim, AKP Rifai pada Selasa (3/2/2026).
Siswa yang terlibat berjumlah 14 orang siswa yang terdiri dari lima pasang (10 orang) yang berkelahi dan dua orang sebagai wasit serta dua orang yang merekam.
Baca Juga: Terpisah Dengan Rekan Saat Mencari Ikan, Nelayan di Rote Ndao Ditemukan Meninggal Upaya untuk melakukan identifikasi keterlibatan para siswa tidak membutuhkan waktu yang lama bagi personel Polsek Rote Barat Daya dan Polres
Rote Ndao.
"Kami sudah perintahkan Kapolsek nya (Rote Barat Daya) agar dicek dan kami turun kr sekolah," tandas Kasat.
Polisi sudah mencatat identitas siswa yang terlibat untuk dilakukan pembinaan.
"Untuk para siswa sudah kami dapatkan semua, sudah dibawa ke Polres dan dibina oleh Kabagops dan Kasat Samapta juga dampingi, ini sementara masih di Polres untuk buat surat pernyataan," tambah Kasat.
"Setelah melakukan identifikasi terdapat 14 siswa yang terlibat, Ini menjadi perhatian kita bersama baik itu peran orang tua maupun tenaga pendidik " jelasnya
Mereka yang terlibat juga sudah mendapatkan pembinaan fisik dan membuat surat pernyataan dan dijemput oleh org tuanya masing-masing.
Baca Juga: Hendak ke Australia, WNA Uganda Diamankan Polres Rote Ndao Upaya pencegahan terulang kembali perkelahian antar Pelajar SMA Negeri 1 Rote Barat Daya melalui edukasi dan sosialisasi hukum bagi para siswa dilakukan secara langsung oleh Kapolsek Rote Barat Daya, Ipda Subur Gunawan pada Senin (2/2/2026).
Langkah pencegahan dimulai dari lingkungan sekolah telah dilakukan, Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono diwakili Kasat Samapta Polres Rote Ndao, Iptu Yohn F Kota didampingi Kapolsek Rote Barat Daya, Ipda Subur Gunawan berkoordinasi dengan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Rote Barat Daya, Adigasper Adu untuk melakukan pembinaan dan edukasi bagi 14 siswa yang terlibat.
Sesuai arahan Kapolres Rote Ndao langkah pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah yang melibatkan pelajar menjadi fokus Polres Rote Ndao hingga Polsek jajaran.
"Patroli dan sosialisasi mulai dari lingkungan sekolah hingga mengajak pertisipasi masyarakat termasuk peran tenaga pendidik dan orang tua untuk mencegah aksi serupa sudah dilakukan," ujarnya.
Berkaca dari kejadian ini pihaknya berharap para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak.
Juga agar memastikan bahwa tidak ada aktivitas yang dilakukan dapat meresahkan orang lain atau menimbulkan tindak pidana.
Sesuai kesepakatan, para siswa yang terlibat dihadirkan di Polres Rote Ndao untuk memperoleh pembinaan lebih lanjut.
Baca Juga: Terpisah Dengan Rekan Saat Mencari Ikan, Nelayan di Rote Ndao Ditemukan Meninggal