digtara.com -Jajaran Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan pembersihan Pantai di Pulau Monyet, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
Aksi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir dan laut, khususnya di kawasan destinasi pariwisata super prioritas.
Juga sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyoroti serius persoalan sampah di wilayah pesisir dan laut yang berdampak pada ekosistem serta citra pariwisata nasional.
Personel Ditpolairud Polda NTT bersama unsur terkait membersihkan berbagai jenis sampah, mulai dari sampah plastik, potongan kayu, hingga dedaunan yang berserakan di sepanjang garis pantai Pulau Monyet.
Baca Juga: Tekan Fatalitas Kecelakaan, 14 Hari Kedepan Polda NTT Gelar Operasi Keselamatan Lalu Lintas Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko melalui Kabid Humas
Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan bahwa kegiatan bersih pantai ini merupakan komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah serta menjaga keberlanjutan lingkungan laut.
"Kegiatan bersih pantai yang dilaksanakan oleh Ditpolairud Polda NTT ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap arahan Presiden RI terkait penanganan sampah di wilayah pesisir. Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga laut dan pantai dari pencemaran," ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra, Selasa (3/2/2026).
Kawasan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata kelas dunia harus dijaga bersama agar tetap bersih, aman, dan lestari.
"Pantai dan laut adalah aset berharga bagi NTT, khususnya
Labuan Bajo. Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam pelestarian lingkungan demi generasi mendatang," tambahnya.
Kabid Humas Polda NTT juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku wisata, serta wisatawan untuk turut berpartisipasi menjaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Aksi bersih pantai ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kelestarian ekosistem pesisir, meningkatkan kesadaran kolektif, serta memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan laut di Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Pengemudi Mabuk Miras, Mobil Toyota Innova Tabrak Truk Sampah di Manggarai Barat