digtara.com -Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Ende, NTT kembali memicu bencana.
Jalur vital Trans Flores tepatnya di Kilometrt 34 Dusun Tanakune, Desa Ondorea Barat, Kecamatan Nangapanda,
Kabupaten Ende diterjang tanah longsor yang membawa material pasir dan bongkahan batu berukuran besar.
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 07.00 Wita tersebut sempat membuat jalur transportasi Ende-Bajawa tersendat.
Material longsor menutupi sebagian badan jalan negara membuat kendaraan besar bermuatan berat sempat tertahan karena ruang gerak yang sempit.
Baca Juga: Satu Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur di Belu Belum Penuhi Panggilan, Polisi Layangkan Panggilan Kedua
personel Polsek Nangapanda langsung turun ke lapangan.
Dibawah guyuran cuaca yang belum menentu, polisi bersama warga setempat bahu-membahu membersihkan material longsoran dengan peralatan seadanya.
Kapolsek Nangapanda, Ipda Nurdin Bambang berkoordinasi lintas sektor menghubungi pemerintah desa, kecamatan, hingga Dinas PUPR
Kabupaten Ende untuk pengerahan alat berat.
Selain itu juga melakukan rekayasa lalu lintas di lokasi guna mencegah kemacetan total serta memasang tanda peringatan bahaya di titik-titik rawan bagi para pengemudi.
Tiga jam pasca pembersihan oleh kepolisian dan masyarakat, lalu lintas pun kembali normal.
Baca Juga: Terpisah Dengan Rekan Saat Mencari Ikan, Nelayan di Rote Ndao Ditemukan Meninggal Semua jenis kendaraan mulai dari roda dua hingga kendaraan berat (roda delapan) sudah bisa melintasi jalur tersebut kembali.
Meski jalan sudah bisa dilalui, sebuah batu berukuran besar masih berada di bahu jalan dan menunggu evakuasi menggunakan alat berat.
Mengingat lokasi longsor berada di antara tebing curam dan bibir pantai (jurang sedalam tiga meter), masyarakat diimbau untuk ekstra waspada.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati. Kondisi cuaca saat ini sangat fluktuatif dan potensi longsor susulan masih mungkin terjadi di titik-titik rawan," ujar Kapolsek Nangapanda pada Selasa (3/2/2026).