digtara.com -Sebuah rumah semi permanen di Desa Heopuat, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, terbakar pada Rabu (4/2/2026) siang sekitar pukul 14.00 Wita.
Rumah tersebut dibakar pemiliknya,
Arnoldus Yansen (37), seorang pria yang mengalami gangguan jiwa (
ODGJ).
Rumah pun ludes dilalap api dalam waktu singkat. Keluarga serta tetangga pun panik.
Maria Noeng (73), ibu kandung Arnoldus menyebutkan kalau kebakaran terjadi saat dirinya baru saja pulang dari kegiatan Posyandu Lansia.
Baca Juga: Warga Lapor Kehilangan Sepeda Motor, Ternyata Diambil ODGJ dan Disembunyikan di Semak-semak Maria memanggil cucunya, Maria Algonda (11) untuk mengantarkan ikan kepada ayahnya.
Namun setibanya di rumah, Arnoldus tiba-tiba marah dan memaki anaknya.
"Saya mendengar bunyi piring, gelas, meja, dan lemari yang berjatuhan. Saat keluar rumah, asap dan api sudah membumbung tinggi," jelas Maria Noeng.
Laurensius Susar (53), paman Arnoldus, menambahkan bahwa kobaran api cepat merambat karena rumah yang semi permanen berdinding halar serta tiupan angin yang cukup kencang.
"Api begitu cepat membakar seluruh bagian rumah, sehingga tidak ada yang tersisa," ujar Laurensius.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, seluruh barang berharga dalam rumah hangus terbakar.
Baca Juga: Alkes Puskesmas Beru-Sikka meledak, Polisi Turun Tangan Diperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp 60.000.000.
Arnoldus masih berada di sekitar rumahnya, dan warga maupun keluarga enggan mendekat karena dianggap berbahaya.
Pemerintah desa Heopuat langsung berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memutus arus listrik ke rumah yang terbakar.
Dinas Sosial Kabupaten
Sikka juga hadir di lokasi untuk memberikan bantuan darurat kepada keluarga korban.
Sementara aparat Polsek Kewapante telah menerima laporan, mendatangi TKP, mengumpulkan bukti, dan membuat laporan resmi, sambil terus memantau situasi agar tetap aman.
Menurut keterangan keluarga dan warga, Arnoldus Yansen memiliki riwayat gangguan jiwa dan sebelumnya sempat dipasung di rumah karena perilaku agresifnya.
Baca Juga: Kisah Dua Nelayan Asal Sikka Bertahan Dengan Air Hujan Selama Tujuh Hari Hingga Terdampar ke Alor
Setelah beberapa waktu, ia dilepaskan karena kondisi dianggap membaik.
Namun, menurut keluarga, Arnoldus tetap sering marah-marah dan memusuhi anggota keluarganya.
Pihak keluarga bersama aparat desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa tengah berembuk untuk mencari solusi terbaik agar Arnoldus dapat diamankan dan dirawat kembali dengan aman.
Kepala desa Heopuat menyatakan bahwa situasi di lokasi terpantau aman, meski ketegangan masih dirasakan warga sekitar.
Ia menekankan pentingnya penanganan segera terhadap ODGJ tersebut agar tidak membahayakan dirinya maupun lingkungan.
"Kami akan terus bekerja sama dengan aparat kepolisian dan Dinas Sosial untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.
Baca Juga: Warga Lapor Kehilangan Sepeda Motor, Ternyata Diambil ODGJ dan Disembunyikan di Semak-semak Meski tragedi kali ini tidak menimbulkan korban jiwa, dampak psikologis dan kerugian materiil yang ditimbulkan sangat besar.