digtara.com -HBB alias Hendrik (45) ditekumukan meninggal dengan kondisi membusuk pada Jumat (6/2/2026) pagi.
Jenazah korban ditemukan di belakang rumah di Jalan Kecipir, RT 01/RW 02, Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja, Kota
Kupang.
Korban HBB (44), seorang wiraswasta yang sehari-hari bekerja menjual ikan dan memperbaiki barang elektronik merupakan warga Jalan Alor, RT 001/RW 001, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.
Ia diperkirakan sudah meninggal sekitar satu minggu sebelum ditemukan.
Baca Juga: Cek Harga dan Mutu Pangan di Kota Kupang, Satgas Sapu Bersih Sidak ke Pasar dan Retail Modern Penemuan jenazah bermula dari kecurigaan seorang tetangga korban, Paulina Ratu (51), yang mencium bau tak sedap dari sekitar rumah korban sejak beberapa hari terakhir.
Selain itu, rumah korban terlihat dalam keadaan pintu terbuka, namun pagar tetap tertutup.
Paulina kemudian menghubungi kakak kandung korban untuk bersama-sama mengecek kondisi korban.
Kakak kandung korban, Elisabet Baru Bengu (55), tiba di lokasi sekitar pukul 06.45 Wita.
Setelah membuka pagar dan mencari ke dalam serta sekitar rumah, korban ditemukan terbaring tak bernyawa di bagian belakang rumah.
Menurut keterangan keluarga, selama ini korban tinggal seorang diri di rumah tersebut, sementara istri dan anak-anaknya menetap di Kelurahan Fatubesi, Kota Kupang.
Baca Juga: SAE Lapas Kupang Ubah Lahan Karang Jadi Pertanian Produktif Korban juga diketahui memiliki riwayat penyakit asam lambung dan tiroid.
Peristiwa tersebut langsung dilaporkan kepada pihak RT dan diteruskan ke kepolisian.
Aparat keamanan dari Polsek Kota Raja bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Bakunase turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan penanganan awal.
Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan autopsi, yang kemudian diperkuat dengan surat pernyataan resmi.
Kapolsek Kota Raja, AKP Frieds Mada menyebut, sekitar pukul 09.40 Wita, mobil jenazah RS Bhayangkara Drs. Titus Uly Kupang tiba di lokasi untuk mengevakuasi jenazah.
Baca Juga: Satgas Sapu Bersih Temukan Kenaikan Harga Bawang dan Cabai di Pasar
"Korban diperkirakan meninggal lebih dari dari lima hari sebelum ditemukan," ujarnya.
Ia menyebutkan kalau keluarga korban mengakui kalau korban memiliki riwayat penyakit lambung dan sesak nafas.
Selanjutnya jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dimandikan dan disuntik formalin sebelum disemayamkan di rumah keluarga di Kelurahan Airnona, Kota Kupang.
Baca Juga: Cek Harga dan Mutu Pangan di Kota Kupang, Satgas Sapu Bersih Sidak ke Pasar dan Retail Modern