digtara.com -Upaya memastikan stok dan harga sembako atau pangan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tetap stabil di pasaran dilakukan Polres TTS.
Tim satgas sapu bersih pelanggaran keamanan pangan
Kabupaten TTS dipimpin Kasat Reskrim Polres TTS,
AKP I Wayan Pasek Sujana melakukan pengawasan dan pengecekan harga sembako di Pasar Inpres SoE
Kabupaten TTS.
Pengawasan pada Jumat (6/2/2026) ini dilakukan jelang perayaan hari raya besar keagamaan Idulfitri 1447 Hijrah tahun 2026.
Pemeriksaan dan pengawasan tim Satgas sapu bersih keamanan pangan terdiri dari Satreskrim Pores TTS selaku ketua tim pelaksana dan anggota, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perijinan Terpadu Satu Pintu, Dinas Perindagkop, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten TTS dan Bulog.
Baca Juga: Polres TTS Ungkap Pelaku Pembunuhan di Toianas, Saksi Akhirnya Jadi Tersangka Pemeriksaan yang dilakukan adalah pengecekan harga minyak goreng jenis minyak kita, beras Bulog SPHP, daging, telur dan bawang.
Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen melalui Kasat Reskrim, AKP I Wayan Pasek Sujana menjelaskan bahwa tim Satgas sapu bersih pelanggaran keamanan melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap sejumlah kios dan lapak pedagang di pasar Inpres Soe.
"untuk memastikan stok dan harga bahan sembako tidak dipermainkan oleh para pedagang atau pengecer sembako jelang perayan hari raya Idul Fitri 1447 Hijrah tahun 2026," ujar Kasat soal pelaksanaan kegiatan ini.
Tim memastikan harga bahan pokok tersebut harus sesuai dengan standar harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI.
Diharapkan tidak ada oknum yang berusaha bermain harga untuk menyusahkan masyarakat dalam membeli di musim paceklik saat ini apalagi menjelang perayaan hari raya Idulfitri 1447 Hijrah.
Sesuai dengan hasil pengawasan dan pemeriksaan oleh tim satgas sapu bersih keamanan pangan Polres TTS, tidak menemukan adanya permainan harga dan stok yang melonjak tinggi.
Baca Juga: Pohon Beringin Tumbang Tindih Rumah Warga di Kabupaten TTS Para pedangan menjual sesuai standar. Minyak goreng jenis minyak kita dijual dengan harga Rp 18 ribu per liter dan harga satuan Rp 17 ribu.
Sedangkan beras Bulog dijual dengan harga standar Rp12 ribu, begitupun daging dan sembako lainnya masih bisa dijangkau.
Kegiatan pengawasan tim satgas sapu bersih keamanan pangan Kabupaten TTS akan melakukan kegiatan operasi atau pengawasan tahun 2026 selama satu tahun anggaran.
Tim menggunakan metode tertutup dimana kegiatan dilakukan secara tiba-tiba tanpa ada informasi kepada pedagang.
Diharapkan masyarakat atau para pedagang tidak berusaha untuk bermain harga agar harga sembako melonjak tinggi sehingga membuat masyarakat semakin menderita jika hendak membeli kebutuhan pokok sembako.
Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Ayah Mertua di Kabupaten TTS Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Untuk kegiatan patroli pengawasan akan terus dilakukan setiap tahap.
Tahap pertama kegiatan dilakukan di Pasar Inpres SoE.
Delanjutnya kegiatan operasi dan pengawasan dilakukan di sejumlah pasar tradisional yang ada di kecamatan dan desa yang tersebar di Kabupaten TTS.
Untuk itu warga dan pedagang dihimbau agar tidak boleh berusaha bermain harga pasaran.
Baca Juga: Polres TTS Ungkap Pelaku Pembunuhan di Toianas, Saksi Akhirnya Jadi Tersangka "jika kedapatan maka tetap akan menerima konsekuensi hukum," tandas Kasat.