digtara.com -Polres Malaka bersama Tim SAR melanjutkan pencarian hari keenam korban tenggelam di Pantai Abudenok, Kabupaten Malaka pada Jumat (6/2/2026).
Polres
Malaka bersama Tim Pos Unit Siaga SAR Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) serta instansi terkait terus mencari korban tenggelam, Jorganio Faot alias Dito (16) di perairan Pantai Cemara Abudenok, Desa Umatoos, Kecamatan
Malaka Barat, Kabupaten
Malaka.
Memasuki hari keenam pencarian, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 11.00 Wita, operasi pencarian kembali dilaksanakan dengan melibatkan Sat Samapta Polres Malaka, Polsek Malaka Barat, BPBD Kabupaten Malaka, Dinas Sosial, serta Dinas Pariwisata Kabupaten Malaka.
Pencarian dilakukan secara terpadu melalui pemantauan darat, laut, dan udara.
Baca Juga: Piknik Berujung Duka, Siswa SMP di Malaka-NTT Hilang Tersapu Ombak Tim menyisir sepanjang pesisir Pantai Cemara Abudenok hingga Muara Baru (Hasanfoun) guna mencari tanda-tanda keberadaan korban.
Selain itu, Unit Opsnal Sat Intelkam Polres Malaka turut mengerahkan pesawat nirawak (drone) untuk memantau area laut sepanjang kurang lebih 4,8 kilometer, mulai dari Muara Hasan Abudenok hingga pesisir Pantai Tambak Garam Berasi, Desa Rabasahaerain.
Namun demikian, upaya pencarian sempat dihentikan sementara pada pukul 14.00 Wita akibat cuaca hujan deras yang berpotensi membahayakan keselamatan tim di lapangan.
Setelah kondisi memungkinkan, pemantauan udara kembali dilakukan pada sore hari dengan jangkauan sekitar 1,5 kilometer di sepanjang pesisir hingga ke arah laut Pantai Cemara Abudenok, namun belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Selanjutnya, Tim SAR menggunakan satu unit perahu karet untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi awal tenggelamnya korban.
Hingga pukul 16.30 Wita, korban masih belum berhasil ditemukan.
Baca Juga: Pria Diduga Pelaku Pencurian di Malaka Tewas Dihajar Massa Sebagai bagian dari prosedur operasi SAR, pada pukul 16.45 Wita dilakukan penandatanganan Berita Acara pelaksanaan operasi SAR oleh perwakilan keluarga korban bersama pihak Basarnas.
Berdasarkan hasil evaluasi bersama dan mengacu pada ketentuan perundang-undangan, disepakati bahwa operasi pencarian aktif dihentikan dan akan dilanjutkan dalam bentuk pemantauan hingga hari ketujuh, serta akan dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kapolsek Malaka Barat menyampaikan bahwa Polri bersama seluruh unsur yang terlibat akan terus melakukan pemantauan dan siap merespons setiap informasi yang masuk demi membantu keluarga korban.
Rangkaian kegiatan pencarian pada hari kelima berakhir pada pukul 17.00 Wita dan situasi terpantau aman serta kondusif.