digtara.com -Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), TS (56), warga Dusun Toda, Desa Lemarang, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai dilaporkan hilang terseret arus sungai Wae Lokom pada Minggu (8/2/2026) siang sekitar pukul 13.30 Wita.
Tim gabungan terdiri dari personel Polsek Reo, Satuan Polairud Polres
Manggarai, Polda NTT , Koramil 1612-02 Reo, dan TNI AL terus berupaya melakukan koordinasi di lapangan meski terkendala cuaca ekstrem.
Peristiwa bermula saat korban berangkat ke kebunnya sekitar pukul 09.30 Wita dengan menyeberangi sungai yang saat itu arusnya masih normal.
Namun, saat hendak pulang pada pukul 13.30 Wita, kondisi debit air sungai meningkat drastis akibat hujan.
Baca Juga: Sempat Kirim Pesan Perpisahan ke Istri, Karyawan Hotel di Manggarai Ditemukan Tewas Gantung Diri Saksi mata di lokasi, SM (37), sempat meneriaki korban agar tidak menyeberang karena arus yang sangat deras.
SM bahkan berupaya memotong bambu sebagai alat bantu untuk korban berpegangan.
Namun nahas, saat SM sedang menyiapkan bambu, korban terdengar berteriak meminta tolong dan seketika terbawa derasnya arus sungai hingga tenggelam.
Sesaat setelah kejadian, sekitar 30 warga lokal langsung melakukan pencarian di sepanjang bantaran sungai.
Sekitar pukul 18.00 Wita, tim bantuan dipimpin Kasat Polairud Polres Manggarai, AKP Yosef Suyitno Soloilur, tiba di lokasi untuk memimpin koordinasi pencarian.
Mengingat intensitas hujan yang masih sangat tinggi dan kondisi medan yang mulai gelap, tim gabungan memutuskan untuk menghentikan sementara pencarian fisik demi keselamatan.
Baca Juga: Ditpolairud Polda NTT Bersihkan Pantai Pulau Monyet Labuan Bajo Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo "Kami menyarankan warga untuk menghentikan sementara pencarian mengingat cuaca hujan lebat yang berisiko bagi tim. Pencarian gabungan secara besar-besaran dilakukan kembali pada Senin pagi pukul 07.30 Wita," ungkap AKP Yosef Suyitno.
Kapolsek Reo, Ipda Joko Sugiarto berkoordinasi dengan Tim Basarnas Labuan Bajo.
"lima personel Tim Basarnas diberangkatkan dari Labuan Bajo menuju TKP pada Senin pagi pukul 05.00 WITA untuk memperkuat proses pencarian korban," jelas Kapolsek Reo.
Pihak kepolisian mengimbau warga di sekitar bantaran sungai Wae Lokom untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban