digtara.com -Sejumlah siswa penerima manfaat Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Manggarai, NTT mengalami keluhan kesehatan pada Kamis (12/2/2026).
Berdasarkan data medis, dari total 42 orang yang sempat mengeluhkan pusing dan mual, mayoritas telah dinyatakan pulih.
Sebanyak 26 orang sudah diperbolehkan kembali ke rumah, sementara 16 orang lainnya masih menjalani observasi ringan di Puskesmas untuk memastikan pemulihan total dari jumlah tersebut sampai pukul 23.00 Wita.
Jumlah korban bertambah lagi 16 orang sehingga secara keseluruhan jumlah warga yang mengeluhkan pusing dan mual sebanyak 58 orang.
Baca Juga: Brimob Polda NTT Perbaiki Jembatan Penghubung di Kampung Kedutu-Manggarai Sampai saat ini yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Ponggeok dan Iteng sebanyak 32 orang.
Kepala Puskesmas Ponggeok, Adrianus Gaur, memastikan bahwa kondisi pasien saat ini dalam keadaan stabil dan terus membaik setelah mendapatkan penanganan medis intensif.
Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah memerintahkan Kapolsek Satar Mese, Polres Manggarai, bergerak cepat menanggapi laporan tersebut.
Kapolsek Satar Mese, Iptu Kiki Z.M. Bachsoan dan anggotanya turun ke lapangan untuk memantau kondisi warga di Puskesmas Ponggeok dan Puskesmas Iteng.
Personel Polsek Satar Mese membantu warga mengantar pulang para pasien yang telah dinyatakan sembuh oleh tim medis.
"Selain memonitor perkembangan pasien, anggota kami juga membantu mengantar warga kembali ke rumah masing-masing guna memastikan mereka sampai dalam keadaan selamat dan nyaman," ujar Kapolres pada Jumat (13/2/2026).
Baca Juga: Terseret Banjir di Sungai, IRT di Manggarai Ditemukan Meninggal Dunia Kapolres
Manggarai melalui Kapolsek Satar Mese menjelaskan bahwa operasional penyediaan makanan melalui SPPG Papang (Yayasan Nircla Putri Angkasa) telah melayani 2.445 orang dengan prosedur yang sangat ketat sejak Desember 2025.
Ia mengakui mekanisme pelaksanaan MBG, mulai dari proses memasak, standar gizi, hingga higienitas tempat makan, dilakukan dengan kontrol yang sangat ketat.
"Ini adalah kejadian pertama sejak operasional berjalan. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan kami pastikan bahwa program MBG yang merupakan program pemerintah untuk masyarakat adalah prigram yang baik untuk membantu anak - anak sekolah di seluruh Indonesia," tandasnya.
Menyikapi kejadian ini, Kapolsek bersama unsur terkait sedang melakukan penyelidikan melalui sampel makanan yang sudah diambil untuk dilakukan pemeriksaan penyebab beberapa penerima manfaat
MBG yang nengalami keluhan yang diduga keracunan.
Guna mendapatkan kepastian penyebab keluhan kesehatan tersebut, Polsek Satar Mese terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten
Manggarai yang telah mengambil sampel makanan dan air untuk uji laboratorium secara transparan.
Polsek Satar Mese berkomitmen untuk terus berjaga di lokasi guna memantau perkembangan situasi serta memastikan keamanan seluruh warga.
Masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak terprovokasi dan memercayakan penanganan sepenuhnya kepada pihak berwenang
Baca Juga: Brimob Polda NTT Perbaiki Jembatan Penghubung di Kampung Kedutu-Manggarai