digtara.com -Jembatan yang dibangun secara swadaya oleh warga di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT roboh pada Sabtu (14/2/2026) pagi.
Jembatan yang terletak di RT 023/RW 003, Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan
Alak ini merupakan jembatan penyeberangan yang memudahkan akses dan aktivitas warga setempat.
Jembatan kayu penyeberangan buatan warga yang roboh berada di tempat rencana pembuatan gorong-gorong di lokasi pembuangan air limbah dari perumahan SPC Alak.
Robohnya jembatan penyeberangan ini disebabkan karena hujan dengan intensitas yang tinggi dan durasi cukup lama.
Baca Juga: Polsek Alak Gelar Perkara Tuntaskan Kasus Pencurian Barang Berharga oleh Residivis Akibat kejadian tersebut warga terdampak yakni dua kepala keluarga yakni Dominggus Leosae bersama istri dan ponakan serta Paulus Toineno bersama istri dan anak tidak memiliki akses untuk keluar rumah dikarenakan tidak adanya akses selain tempat tersebut.
Awalnya tidak ada lokasi galian tersebut yang mengakibatkan tergerusnya dan terputusnya jalan tersebut.
Namun pada tahun lalu 2025, pihak developer perumahan SPC Alak kesulitan dengan pembuangan air limbah dari perumahan.
Mereka kemudian membeli lokasi tanah milik Bahrun dan membuat galian menggunakan excavator.
Penggalian itu bertujuan akan dipasang gorong-gorong guna pembuangan air limbah perumahan saat hujan bisa lancar.
Namun setelah membuat galian lubang pembuangan air limbah sepanjang kurang lebih 50-an meter dari samping perumahan SPC, dan lebar galian sekira 6 meter dan kedalaman sekira 4 meter, tidak dilakukan pemasangan gorong-gorong atau pembuatan saluran yang bagus.
Baca Juga: Mobil dan Tempat Usaha Tertimpa Pohon Tumbang di Kupang Hal ini menyebabkan ketika hujan turun terjadi kikisan tanah yang mengakibatkan longsor tanah.
Galian tersebut semakin membesar dan lebar mengakibatkan jembatan kayu yang dibuat oleh warga dengan menggunakan bahan kayu untuk akses jalan warga terganggu
Hujan lebat sejak Jumat (13/2/2026) hingga Sabtu (14/2/2026) pagi menyebabkan jembatan kayu tersebut roboh.
Pada saat Liska Toineno hendak menyeberang, terjadi longsor dan jembatan pun roboh.
Beruntung Liska Toineno tidak terseret dan terbawa arus air.
Warga terdampak, Dominggus Leosae telah membuat laporan dokumentasi ke grup RT 023 dan direspon oleh Lurah Penkase Oeleta dengan mendatangi lokasi.
Baca Juga: Polsek Alak Gelar Perkara Tuntaskan Kasus Pencurian Barang Berharga oleh Residivis Lurah juga langsung menelepon pihak developer perumahan SPC
Alak agar turun ke lokasi guna mencari solusi terbaik bagi warga dan lingkungan.
Namun hingga Sabtu siang, belum ada pihak developer perumahan SPC Alak yang turun lokasi serta mencari solusi terbaik.
Untuk diketahui juga bahwa jalan tersebut merupakan akses buat anak-anak warga RT 23 Kelurahan Penkase Oeleta yang bersekolah di SMP Negeri 14 dan SMA Negeri 8 Alak, Kota Kupang.
Akibat terputusnya akses terbaru anak-anak dan warga harus memutar jauh lagi untuk ke sekolah.
Hiro, penanggung jawab Perumahan SPC Alak mengaku kalau pimpinannya sudah langsung turun ke lokasi pasca kejadian ini.
"Bos sudah turun ke lokasi dan sudah bertemu warga. Sudah menjelaskan kepada warga mengenai galian saluran itu," ujarnya pada Sabtu petang.
Baca Juga: Mobil dan Tempat Usaha Tertimpa Pohon Tumbang di Kupang