digtara.com -Upaya pencarian atas hilangnya Yomri Tenis (40) memasuki hari ketiga pada Senin (16/2/2026).
Hingga Senin malam, nelayan asal Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT ini belum juga membuahkan hasil.
"Hasilnya masih nihil. Sepanjang hari (Senin) tim Basarnas dan aparat kepolisian, nelayan, keluarga dan masyarakat setempat sudah menyisir pantai dan perairan Oetune, namun korban belum juga ditemukan," ujar Kapolsek Kualin, Iptu Diknas M. Wiryanto Aoliso pada Senin (16/2/2026) malam.
Korban sudah hilang lima hari dan pencarian sudah dilaksanakan selama tiga hari.
Baca Juga: Korban Terakhir Tanah Longsor di Manggarai Timur Ditemukan Tim SAR Gabungan "Jadi kami sudah menjelaskan di keluarga dan keluarga sudah ikhlas tapi mereka tetap berharap korban bisa ditemukan," tandas Kapolsek.
Tim Basarnas pun sudah kembali ke Kupang. Namun kalau ada perkembangan ditemukannya korban maka Basarnas akan kembali lagi
Yomri Tenis (40), dilaporkan hilang diduga terbawa arus pasca mesin perahu yang digunakannya mengalami kerusakan patah kemudi saat berada di perairan Pantai Oetune, Desa Tuafanu, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.
Warga RT 12/RW 06, Dusun 3, Desa Kele, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten TTS ini terbawa arus sejak Kamis (12/2/2026) petang.
Pencarian hingga Senin (16/2/2026) pagi belum membuahkan hasil.
Pencarian dilakukan oleh tim Basarnas NTT bersama personel gabungan dari Polres TTS, Polsek Kualin, nelayan lokal dan masyarakat sekitar.
Baca Juga: Satu Korban Tertimbun Tanah Longsor di Manggarai Timur Ditemukan Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di sepanjang Pantai Oetune, menuju muara Toineke, serta mengikuti arah arus dan gelombang laut.
Kehilangan korban dilaporkan kerabat korban pada Jumat (13/2/2026) malam ke Polsek Kualin.
"Pada Jumat, 13 Februari 2026 malam sekitar pukul 23.15 Wita telah datang ke Polsek Kualin seorang laki-laki yang mengaku bernama Aprianto Sun melaporkan bahwa saudaranya (Yomri Tenis) diduga terbawa arus laut akibat kerusakan mesin perahu di wilayah perairan Pantai Oetune," urai Kapolsek.
Aprianto mengaku ditelepon korban pada Kamis petang sekitar pukul 17.00 WITA, menyampaikan bahwa perahu hanyut terbawa arus laut akibat kerusakan mesin tersebut.
Setelah komunikasi itu, korban tidak dapat dihubungi kembali melalui telepon genggamnya.
Pihak keluarga telah melakukan pencarian secara mandiri bersama nelayan lokal di wilayah Kecamatan Kualin sejak Kamis, 12 Februari hingga 13 Februari 2026, namun tidak membuahkan hasil.
Baca Juga: Dua Warga Masih Tertimbun, Satbrimob Polda NTT Bantu Cari Korban Longsor Goreng Meni
Pencarian hari pertama pada Sabtu (14/2/2026) terkendala kondisi cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi.
Arus laut yang cukup kuat sehingga diduga korban terseret menjauh dari titik awal kejadian.
Selain itu luasnya area pencarian dan panjangnya garis pantai serta keterbatasan sarana dan peralatan untuk menjangkau laut lepas juga ikut menyulitkan menemukan korban.
Korban sendiri diketahui menggunakan perahu berbahan drum fiber yang relatif mudah tenggelam.
Baca Juga: Korban Terakhir Tanah Longsor di Manggarai Timur Ditemukan Tim SAR Gabungan Berdasarkan kondisi saat kejadian dan hasil pencarian sementara, korban diduga terseret arus laut cukup jauh dari pesisir.
Tim gabungan masih terus melakukan upaya pencarian secara maksimal yang dilanjutkan pada Senin pagi.
Tim kembali melaksanakan pencarian terhadap korban dengan menyisir dari Pantai Oetune menuju muara Toineke dan pesisir muara Noelmina mengikuti arah angin dan gelombang.
Pencarian juga dibantu oleh masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan di Kecamatan Kolbano juga dengan menyisir di pinggiran arah selatan dan timur.
Diduga korban sudah terseret arus hingga jauh dari pesisir pantai Oetune, Kabupaten TTS.
Keluarga berharap agar korban segera ditemukan dengan kondisi apapun.
Baca Juga: Satu Korban Tertimbun Tanah Longsor di Manggarai Timur Ditemukan