digtara.com -Perdamaian antara pemuda Batutanata, Kelurahan Nusa Kenari dengan pemuda Lipa Bawah, Kelurahan Wetabua, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor akhirnya digelar.
Perdamaian pada Selasa (17/2/2026) petang digelar di halaman museum 1000 Moko, Kelurahan Nusa Kenari, Kecamatan Teluk Mutiara,
Kabupaten Alor dihadiri Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari, PJ Sekretaris Daerah Alor, Obeth Bolang, Wakapolres Alor, Kompol Jeri Samzon Puling, Pasi Ops Kodim 1622/Alor, Kapten Inf Panuel Tangledang.
Hadir pula Kasat Reskrim, AKP Amru Ichsan, Kasat Samapta, AKP Warsito, Kasat Intelkam, Iptu Kamaludin, Kasat Narkoba, Iptu Ferdinandus Hale Manek, Kasat Lantas, Iptu Muhammad Aris Salama.
Selain itu unsur pemerintah daerah, Camat Teluk Mutiara, Lurah Wetabua, Lurah Nusa Kenari, tokoh masyarakat Lipa Bawah dan Batutenata, tokoh agama Lipa Bawah dan Batutenata, pemuda Lipa Bawah dan Batutenata serta masyarakat Lipa Bawah dan Batutenata.
Baca Juga: Perahu Pengangkut BBM Tanpa Dokumen Diamankan Polisi Para pemuda yang merupakan perwakilan Pemuda
Batutanata dan Lipa Bawah membacakan pernyataan sikap dan berita acara perdamaian sekaligus penandatanganan berita acara.
Kapolres Alor mengingatkan kalau warga telah memasuki bulan suci Ramadhan sehingga seluruh aktivitas masyarakat di Kabupaten Alor dapat berjalan dengan lancar, tertib, aman, dan penuh rasa saling menghormati, tidak hanya selama bulan puasa ini, tetapi juga seterusnya dalam kehidupan bermasyarakat.
"Dengan terwujudnya perdamaian ini, maka anggapan atau narasi yang menyatakan bahwa Alor tidak baik-baik saja perlahan dapat ditepis. Justru melalui komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan persaudaraan, kita dapat menunjukkan bahwa Alor sudah dalam keadaan baik, kondusif, dan mampu menyelesaikan setiap persoalan dengan cara damai dan bermartabat," ujar Kapolres Alor.
Pj Sekda
Kabupaten Alor yang mewakili pemerintah daerah menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya perdamaian ini.
Ia yakin, dengan terwujudnya kesepakatan damai ini, Kabupaten Alor akan menjadi lebih baik, lebih aman, dan lebih kondusif ke depannya.
"Kita semua adalah saudara. Oleh karena itu, besar harapan kami agar setelah perdamaian ini tidak ada lagi keributan ataupun konflik yang terjadi di kemudian hari. Perdamaian ini harus menjadi komitmen bersama untuk menjaga persatuan dan kebersamaan," harapnya.
Baca Juga: Sempat Dilaporkan Hilang, Dua Nelayan Sikka Ditemukan Selamat di Kabupaten Alor Ia juga mengharapkan kepada para pemuda agar lebih fokus pada masa depan masing-masing.
"Hindarilah segala bentuk tawuran atau tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat secara keseluruhan," pesannya.
Pasi Ops Kodim 1622 Alor juga menyampaikan harapan yang sama bahwa peristiwa yang telah terjadi hendaknya tidak lagi diingat untuk dijadikan dendam. "Mari kita jadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran berharga agar ke depan kita lebih dewasa dalam menyikapi setiap persoalan," katanya.
Disebutkan kalau, Batutenata dan Wetabua sejak dahulu adalah saudara. Hubungan persaudaraan itu sudah terjalin lama dan tidak boleh terputus hanya karena kesalahpahaman sesaat. Besar harapan agar tali persaudaraan tersebut dapat kembali erat seperti sediakala.
Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat, khususnya para pemuda, tidak mudah terprovokasi oleh postingan atau informasi yang bersifat provokatif di media sosial.
Baca Juga: Perahu Pengangkut BBM Tanpa Dokumen Diamankan Polisi "Gunakan media sosial dengan bijak, saring sebelum berbagi, dan jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang belum tentu benar," tandasnya.
Kepada anak-anak muda, diminta untuk fokus pada masa depan. Tidak ada manfaatnya terlibat dalam tawuran atau konflik yang hanya merugikan diri sendiri, keluarga, dan daerah.