digtara.com -Selama 100 hari terakhir, Polrestabes Medan bersama Polsek jajaran berhasil mengungkap 526 kasus tindak pidana narkoba dengan total 718 tersangka.
Capaian tersebut disampaikan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak dalam konferensi pers di Mapolrestabes Medan,
Jalan HM Said, Sabtu (21/2/2026).
Ratusan Kasus Narkoba Diungkap dalam 100 Hari
Kapolrestabes Medan menjelaskan, dari ratusan kasus narkoba yang diungkap, klasifikasi barang bukti yang diamankan meliputi sabu, ganja, pil ekstasi, pil Happy Five, cairan liquid vape mengandung narkotika, serta ratusan botol minuman beralkohol.
Baca Juga: Medan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana hingga 11 Desember 2025 "Selama 100 hari ada 526 kasus tindak pidana narkoba yang berhasil diungkap, dengan 718 tersangka," ujarnya.
Dalam konferensi pers tersebut, aparat juga menampilkan sejumlah barang bukti mulai dari paket sabu, pil ekstasi, hingga cairan liquid vape yang mengandung zat berbahaya. Deretan barang bukti ini menjadi bukti keseriusan kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba di Kota Medan.
Angka Kejahatan 3C di Medan Turun 14 Persen
Selain pengungkapan kasus narkoba, situasi keamanan di Kota Medan juga menunjukkan tren positif. Angka kejahatan jalanan kategori 3C tercatat menurun 14 persen, dari 1.805 laporan menjadi 1.545 laporan.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Ia menyampaikan penghargaan kepada Kapolrestabes Medan dan seluruh jajaran atas capaian dalam 100 hari kerja.
"Atas nama Pemko Medan, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Berbagai kasus berhasil diungkap. Ini kerja nyata yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat," kata Rico Waas.
Baca Juga: Terungkap! Otak Pelaku Pembakaran Rumah Hakim Khamozaro Waruwu di Medan, Motif Dendam Pribadi Sinergi Pemko Medan dan Aparat Penegak Hukum
Rico Waas menilai keberhasilan pengungkapan ratusan kasus narkoba tersebut merupakan hasil kolaborasi yang solid antara kepolisian dan masyarakat. Ia juga menyoroti temuan narkotika jenis baru yang dikemas dalam bentuk liquid vape.
Menurutnya, bentuk tersebut sangat berbahaya karena menyerupai produk umum dan berpotensi menjerat generasi muda.
"Ini sangat berbahaya. Dampaknya merusak fisik, mental, dan masa depan generasi muda. Ini menjadi atensi khusus bagi kami," tegasnya.
Pemko Medan bersama kepolisian juga terus memperkuat pengawasan terhadap tempat hiburan malam guna memastikan seluruh aktivitas usaha berjalan sesuai aturan. Jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas akan diberikan.
Komitmen Berkelanjutan Berantas Narkoba di Medan
Baca Juga: Pemko Medan Dukung Tani Merdeka Indonesia Kembangkan Pertanian Modern di Perkotaan
Wali Kota Medan menegaskan bahwa menjaga keamanan kota bukan hanya soal penindakan hukum, tetapi juga pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan partisipasi aktif masyarakat, upaya pemberantasan narkoba di Medan diharapkan terus berjalan konsisten dan berkelanjutan demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.