digtara.com -Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada akhir pekan lalu.
Hujan intensitas tinggi di wilayah perbatasan RI- Timor Leste ini membuat sejumlah rumah warga di dusun Boe, Desa Bauho, kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten
Belu terendam
banjir.
Selain merendam rumah warga di dusun Boe, meluapnya sungai Baukama mengakibatkan lahan pertanian milik warga tergenang banjir.
Air bercampur lumpur menggenangi badan jalan raya sehingga membuat akses menuju perbatasan RI-RDTL lumpuh total.
Baca Juga: Jadi Tersangka, Piche Kotta Mengaku Tidak Pernah Terlibat Kasus Pencabulan Dan Hargai Proses Hukum Kapolsek Tasifeto Timur Resor
Belu, Ipda Yusran dan anggota langsung menggelar patroli di lokasi tersebut
Meski dalam kondisi hujan gerimis, aparat kepolisian langsung bergerak mengimbau para pengendara untuk melalui jalan alternatif guna menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Upaya mempercepat pemulihan pasca bencana banjir juga dilakukan Kapolsek bersama anggota yang fokus membersihkan badan jalan yang sebelumnya tidak dapat dilalui pengendara karena tertutup material banjir.
Bersama Tim siaga bencana alam dari unsur BPBD Kabupaten
Belu dan petugas Damkar serta dibantu masyarakat setempat, aparat Polsek Tasifeto Timur berjibaku membereskan material seperti pasir, lumpur, batu hingga sampah yang memenuhi jalan raya yang menghubungkan kecamatan Tasifeto Timur dengan empat kecamatan lainnya di kabupaten
Belu.
Aksi tanggap bencana alam yang dilakukan hingga pukul 23.00 wita malam membuat arus lalu lintas kembali normal dan lancar.
Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa melalui Kapolsek Tasifeto Timur, Ipda Yusran mengungkapkan langkah ini adalah bentuk kesigapan Polri dan pemerintah daerah dalam memulihkan fasilitas umum pasca bencana.alam serta memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
Baca Juga: Sejumlah Remaja Pria di Flores Timur-NTT Jadi Korban Pencabulan Sesama Jenis dengan Ancaman Benda Tajam "Yang kita lakukan ini untuk mengembalikan kelancaran arus lalu lintas serta mencegah terjadinya kecelakaan akibat jalan licin dan terhalang material," ujar Kapolsek.
Ruas jalan raya ini sangat vital karena menghubungkan empat kecamatan yang berbatasan dengan negara Timor Leste yakni kecamatan Lasiolat, Lamaknen, Lamaknen Selatan dan Raihat.
Beberapa pengendara yang mencoba melintas di ruas jalan terjatuh karena jalanan yang licin dan berlumpur.
Polisi mengimbau warga untuk melewati jalan alternatif yakni melalui jalur sabuk merah Desa Dafala dan desa Takirin.
"Dengan usaha kami bersama rekan-rekan dari BPBD dan Damkar serta dibantu masyarakat setempat, jalan raya sudah kembali bersih dan bisa dilalui pengendara," tambahnya.
Terkait curah hujan yang masih tinggi ini, Kapolsek dan anggota juga mengingatkan kepada warga di sekitar lokasi agar waspada terlebih hujan yang turun tanpa henti pada malam hari.
Aparat kepolisian juga mengimbau sejumlah pengendara untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalan yang terkena banjir dikarenakan banyaknya lumpur, otomatis membuat jalan menjadi licin.
Baca Juga: Jadi Tersangka, Piche Kotta Mengaku Tidak Pernah Terlibat Kasus Pencabulan Dan Hargai Proses Hukum Meski air sudah surut, warga diimbau agar selalu waspada terlebih saat tidur malam karena tidak menutup kemungkinan kali Baukama ini kembali meluap.
"Kalau hujan turun berjam-jam, sebaiknya turun cek ke pinggir kali biar kalau ada tanda-tanda air meluap, Kita bisa cepat mengevakuasi barang berharga dan ngungsi ditempat yang aman," tutur Kapolsek.
Dengan curah hujan yang masih tinggi ini, Kapolsek juga mengimbau pengedara untuk selalu waspada dan hati-hati saat bepergian.
"Kalau tidak ada urusan yang sangat penting sebaiknya ditunda dulu bepergiannya," tandas Kapolsek.