digtara.com -Hujan deras dan arus sungai yang cukup kuat tidak menyurutkan niat anggota Satuan Brimob Polda NTT membangun jembatan sementara di Desa Dikira, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
Sebanyak 38 personel Batalyon C Pelopordipimpin Komandan Batalyon C Pelopor, Kompol Dennis Y. N. Leihitu diterjunkan dalam kegiatan tersebut.
Tiba di Desa Dikira, personel Brimob langsung bergabung dengan masyarakat setempat untuk memulai pengerjaan jembatan darurat yang diperuntukkan bagi akses anak-anak sekolah serta aktivitas warga sehari-hari.
Meski menghadapi tantangan cuaca dan kondisi arus sungai yang cukup deras serta air yang keruh, pengerjaan tetap berjalan hingga pukul 18.00 Wita.
Baca Juga: Jembatan Tuatuka-Kupang Dibangun Warga Bersama Anggota Brimob Polda NTT Hingga hari ketiga pelaksanaan, Selasa (24/2/2026), progres pembangunan
jembatan telah mencapai sekitar 50 persen dan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya.
Dansat Brimob Polda NTT Kombes Pol Afrizal Asri dalam keterangannya menegaskan bahwa pembangunan jembatan darurat tersebut merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat Brimob terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil.
"Kehadiran Brimob bukan hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses infrastruktur. Jembatan ini sangat penting, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga yang setiap hari harus melintasi sungai," ujarnya pada Rabu (25/2/2026).
Meskipun kondisi medan cukup menantang, semangat personel tidak surut demi memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.
"Kami akan terus melanjutkan pengerjaan hingga selesai. Ini adalah wujud pengabdian Brimob untuk Nusa dan Bangsa," tambahnya.
Warga Desa Dikira menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kerja keras personel Brimob yang bersama-sama bergotong royong membangun akses penghubung vital bagi desa mereka.
Baca Juga: Anggota Satbrimob Polda NTT Gagalkan Penyelundupan Belasan Jerigen Miras di Perairan Pulau Buaya