digtara.com -Seorang pendaki mengalami hipotermia saat berada di kawasan konservasi taman nasuobao Mutis Timau.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (
BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) pun memutuskan menutup sementara Taman Nasional
Mutis Timau di Pulau Timor hingga awal Maret 2026 mendatang.
Kejadian ini sudah berlangsung sepekan lalu sebelum penetapan waktu penutupan kunjungan Taman Nasional ini.
Kepala Bidang KSDA Wilayah I BBKSDA NTT, Wantoko, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan pendaki tersebut telah mendapat perawatan secara medis.
Baca Juga: Polres TTS-UPT KPH Kabupaten TTS Tanam Pohon di Kawasan Hutan Mutis Timau "Betul bahwa kemarin ada 1 orang pendaki yang terkena hipotermia. Sempat ditangani di puskesmas sesaat, setelah itu yang bersangkutan sudah pulih kembali dan diperkenankan pulang ke Kupang," jawab Wantoko, Rabu (25/2/2026).
Hipotermia merupakan kondisi di mana suhu inti tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius akibat paparan cuaca dingin dan basah tanpa perlindungan memadai.
BBKSDA NTT menegaskan penutupan kunjungan sementara ini diputuskam dalam rangka pemeliharaan dan pemulihan ekosistem kawasan pada Taman Nasional Mutis Timau.
BBKSDA NTT juga menerapkan pembatasan melalui sistem kuota pendakian guna mengendalikan jumlah pengunjung.
"Sementara kunjungan wisata dan pendakian ditutup mulai 26 Februari sampai 9 Maret 2026 tujuannya untuk maintenance dan recovery lingkungan," jelas Wantoko.
Ia menjelaskan kunjungan ke Mutis rata-rata berkisar 70–100 orang setiap Sabtu dan Minggu apalagi pada akhir pekan dan hari libur nasional.
Baca Juga: BBKSDA NTT dan Masyarakat Adat Rayakan HUT RI Ke 80 di TN Mutis Timau Mayoritas wisatawan datang untuk menikmati hutan Ampupu, Padang Lelofui, hingga mendaki Puncak Mutis.
Wantoko mengingatkan para pendaki agar selalu mengutamakan keselamatan saat mendaki gunung di kawasan Mutis.
Kawasan ini memiliki luas sekitar 78.789 hektare dan menjadi salah satu bentang alam penting di Pulau Timor.
"Ini bukan tentang menaklukkan puncak, melainkan menaklukkan diri sendiri dan menghormati alam. Utamakan keselamatan, nikmati setiap proses menuju puncak, dan bawalah kembali sampahmu turun," ujarnya.
Informasi mengenai warga yang terkena hipotermia di Mutis juga beredar di media sosial.
Dalam unggahan itu diimbau agar calon pengunjung untuk menunda perjalanan ke Mutis karena cuaca yang tidak bersahabat.
Baca Juga: Enam Ekor Perkici Timor Dilepasliarkan di Kawasan Hutan Lindung Gunung Lakaan