digtara.com -Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Sikka sejak siang hari, Rabu (25/2/2026).
Hal ini memicu terjadinya tanah
longsor yang menutup total ruas jalan penghubung antara Desa Umauta, Kecamatan Bola dan Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WITA, tepatnya di Wura Dohor, Dusun Wojong, Desa Umauta.
Longsor dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi dan berlangsung dalam durasi lama, menyebabkan struktur tanah menjadi labil.
Baca Juga: Diduga Terlibat Kematian Pelajar SMP di Sikka-NTT, Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku Air yang terus-menerus meresap ke dalam permukaan tanah membuat kontur lereng tak lagi mampu menahan beban material di atasnya.
Akibatnya, tanah bercampur bebatuan meluncur turun dan menimbun seluruh badan jalan kabupaten yang menjadi urat nadi mobilitas warga antar desa.
Material longsoran berupa tanah liat basah dan batu berukuran sedang hingga besar menutup akses secara menyeluruh.
Pejalan kaki maupun kendaraan bermotor tidak dapat melintas. Arus transportasi warga pun lumpuh total.
Kondisi ini memaksa masyarakat yang hendak menuju Kota Maumere untuk mengambil jalur alternatif melalui Bola–Waipare.
Jalur tersebut tentu membutuhkan waktu tempuh lebih lama dan biaya tambahan, terutama bagi warga yang memiliki kepentingan mendesak seperti urusan kesehatan, pendidikan, maupun distribusi hasil pertanian.
Baca Juga: Tiga Hari Hilang, Siswi SMP Diduga Korban Penganiayaan di Sikka Ditemukan Meninggal Dalam Kali Beruntung dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materil.
Meski demikian, dampak sosial dan ekonomi mulai dirasakan warga. Terputusnya akses utama berpotensi menghambat aktivitas perdagangan dan pelayanan dasar masyarakat.
Warga Desa Umauta tidak tinggal diam. Dengan semangat gotong royong, mereka berupaya membersihkan material longsor menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul, sekop, dan linggis.
Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal. Material tanah yang berat dan terus bertambah akibat hujan yang masih turun dengan intensitas sedang hingga lebat membuat proses pembersihan berjalan lambat dan penuh risiko.
Situasi di lokasi kejadian hingga saat ini masih belum memungkinkan kendaraan bermotor untuk melintas.
Kondisi cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat juga meningkatkan potensi terjadinya
longsor susulan.
Masyarakat Desa Umauta berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk segera menerjunkan alat berat guna mempercepat proses pembersihan badan jalan.
Penanganan cepat dinilai sangat penting agar akses transportasi kembali normal dan aktivitas warga dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Baca Juga: Diduga Terlibat Kematian Pelajar SMP di Sikka-NTT, Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku