Siswi SMP di Sikka Ternyata Diperkosa Dan Dibunuh Kakak Kelasnya

Imanuel Lodja - Sabtu, 28 Februari 2026 12:40 WIB
dok
Siswi SMP di Sikka Ternyata Diperkosa Dan Dibunuh Kakak Kelasnya

digtara.com -Polres Sikka mengungkap motif kwmatian STN (14), siswi SMP yamh jenazahnya ditemukan di sungai.

Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Reinhard Dionisius Siga menyampaikan peristiwa ini terjadi pada Jumat, 20 Februari 2026, sekitar pukul 15.30 Wita.

Korban STN disetubuhi dan dibunuh di rumah pelaku FRG (anak ) di wilayah hukum Polsek Kewapante, Polres Sikka.

Kejadian bermula saat korban STN mendatangi rumah FRG untuk mengambil gitar.

Baca Juga: Tanah Longsor Pasca Hujan Tutup Ruas Jalan Penghubung di Kabupaten Sikka

Situasi kemudian memanas di area dapur setelah terjadi perselisihan yang dipicu oleh tindakan FRG yang memaksa korban melakukan hubungan badan serta ancaman korban untuk melaporkan perbuatan tersebut.

Ketegangan memuncak saat FRG merampas telepon genggam korban disusul dengan terjadinya kontak fisik diantara keduanya.

Dalam kondisi emosi, FRG menggunakan sebilah parang bekas membelah durian untuk menganiaya korban secara sadis.

FRG melukai leher dan kepala korban berulang kali hingga mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat dengan kondisi luka yang sangat parah.

Setelah memastikan korban tak bernyawa, FRG berusaha menyembunyikan jasad korban di belakang rumah dengan menutupinya menggunakan daun talas dan bambu.

Karena tidak aman, FRG memindahkan lagi jasad korban tempat kedua di kali dan menutupnya dengan kayu dan daun.

Baca Juga: Diduga Terlibat Kematian Pelajar SMP di Sikka-NTT, Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku

Ia kemudian memilih melarikan diri ke wilayah Kabupaten Ende."

Tim Buser Polres Sikka bergerak cepat dan berhasil mengamankan FRG di wilayah Kabupaten Ende untuk kemudian dibawa ke Polres Sikka guna proses hukum lebih lanjut.

Berdasarkan fakta-fakta hukum dan hasil gelar perkara, penyidik Polres Sikka menetapkan satu orang tersangka inisial FRG dan saat ini sudah ditahan di ruang tahanan Polres Sikka.

Tersangka FRG melakukan tindak pidana persetubuhan dengan anak dan penganiaayaan mengakibatkan kematian.

Ia dijerat pasal 473 ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 1 tahun 2023 tentang kitab Undang-undang Hukum Pidana dan pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Mengingat status FRG yang masih dikategorikan sebagai anak (16 tahun) maka seluruh proses penyidikan dilakukan dengan merujuk pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Baca Juga: Tiga Hari Hilang, Siswi SMP Diduga Korban Penganiayaan di Sikka Ditemukan Meninggal Dalam Kali

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa meskipun tindakan tegas diambil terhadap kejahatan yang dilakukan, hak-hak prosedural anak tetap terpenuhi sesuai amanat konstitusi.

Hingga saat ini, penyidik telah menerbitkan Sprindik dan Springas, memeriksa tujuh orang saksi serta melakukan penahanan terhadap FRG selama 7 hari terhitung sejak 27 Februari 2026 sesuai prosedur SPPA.


Beberapa barang bukti seperti sandal milik korban dan pelaku serta kayu yang digunakan untuk menutupi jasad telah disita.

Pihak kepolisian terus melakukan pencarian barang bukti utama parang yang digunakan saat kejadian, pakaian, serta telepon genggam milik korban.

Penyidik Porlres Sikka Polda NTT juga mengambil langkah untuk melakukan pemeriksaan saksi ahli (dokter forensik), menyelesaikan pemberkasan, dan mengirimkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Sikka agar kasus ini segera mendapatkan kepastian hukum.

Hal ini dilakukan untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya, sekaligus menjadi peringatan keras bahwa tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun dan tidak memiliki tempat di masyarakat kita.

Baca Juga: Tanah Longsor Pasca Hujan Tutup Ruas Jalan Penghubung di Kabupaten Sikka

Kasat berharap masyarakat tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada pihak kepolisian.

FGR merupakan siswa kelas IX SMP MBC Ohe atau kakak kelas korban. Korban dilaporkan hilang setelah pamit mengambil gitar di rumah FGR.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Jumat (20/2/2026).

Setelah pencarian selama empat hari, warga dikejutkan dengan penemuan jasad korban di aliran Kali Watuwogat pada Senin (23/2/2026) siang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis RSUD Tc. Hillers Maumere, korban diduga kuat merupakan korban penganiayaan berat sebelum akhirnya tewas.

STN (14), pelajar kelas II SMP MBC Ohe, Kabupaten Sikka, NTT sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (20/2/2026).

Baca Juga: Diduga Terlibat Kematian Pelajar SMP di Sikka-NTT, Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku

Ia pamit dari rumahnya di Dusun Romanduru, Kabupaten Sikka untuk mengambil gitar yang dipinjam seorang teman.

Jarak rumah korban dengan rumah yang dituju hanya sekitar 500 meter—jarak yang bagi warga setempat bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan.

Namun hingga Jumat petang, korban tanpa kabar. Hingga pukul 20.00 Wita, korban tak kembali.

Keluarga mencari ke rumah kerabat dan lingkungan sekitar.

Ironisnya, rumah yang terakhir didatangi korban diketahui dalam keadaan kosong sejak hari hilangnya korban.

Pada Minggu (22/2/2026), keluarga melaporkan kehilangan tersebut ke Polsek Kewapante, Polres Sikka-Polda NTT.

Baca Juga: Tiga Hari Hilang, Siswi SMP Diduga Korban Penganiayaan di Sikka Ditemukan Meninggal Dalam Kali

Aparat kepolisian bersama keluarga dan warga mulai menyisir sejumlah titik yang dicurigai.

Senin (23/2/2026) siang, pencarian kembali dilakukan dengan memperluas radius penyisiran.

Sekitar pukul 14.00 Wita, seorang warga, Emanuel Mula (46), mencium bau menyengat dari arah Kali Watuwogat.


Rasa curiga membawanya mendekati tumpukan batu, rerumputan, dan potongan bambu yang tampak tidak lazim.

Tumpukan itu seperti sengaja disusun. Ketika diperiksa lebih dekat, terlihat bagian tubuh manusia di balik susunan material alami tersebut.

Warga yang dipanggil untuk memastikan, akhirnya menyadari bahwa sesosok jasad perempuan berada di bawah timbunan itu.

Dugaan kuat mengarah pada STN, siswi yang hilang sejak tiga hari sebelumnya. Suasana berubah mencekam.

Baca Juga: Tanah Longsor Pasca Hujan Tutup Ruas Jalan Penghubung di Kabupaten Sikka

Personel Polsek Kewapante bersama Tim Inafis dari Polres Sikka tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Jenazah korban dievakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere guna pemeriksaan medis lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis, ditemukan adanya indikasi luka pada tubuh korban.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban mengalami penganiayaan berat hingga meninggal dunia.

STN dikenal sebagai pribadi pendiam, rajin bersekolah, dan tidak pernah terlibat masalah.

Baca Juga: Diduga Terlibat Kematian Pelajar SMP di Sikka-NTT, Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Polres Sikka Pastikan Tidak Ada Terduga Pelaku Kabur Dari Rumah Sakit

Nusantara

Sempat Jalani Perawatan Medis, Terduga Pelaku Pembunuhan Siswi SMP di Sikka NTT Kabur Saat Dirawat di Rumah Sakit

Nusantara

Kasus 13 LC di Kabupaten Sikka, LPSK Minta Kapolda NTT Tambahkan UU TPKS

Nusantara

IRT di Malaka-NTT Melahirkan dalam Kondisi Tangan Luka Parah Ditebas Suami

Nusantara

Korban Pencabulan Oleh Piche Kota Cs Tolak Pendampingan LPSK

Nusantara

Tanah Longsor Pasca Hujan Tutup Ruas Jalan Penghubung di Kabupaten Sikka