Sempat Jalani Perawatan Medis, Terduga Pelaku Pembunuhan Siswi SMP di Sikka NTT Kabur Saat Dirawat di Rumah Sakit

Imanuel Lodja - Sabtu, 28 Februari 2026 16:00 WIB
dok
Mapolres Sikka.

digtara.com -SG, terduga pelaku utama dalam kasus kematian tragis STN, siswa SMP MBC Ohe, Desa Rubit, Kabupaten Sikka, NTT dikabarkan melarikan diri dari penjagaan polisi, Jumat (27/2/2026) sore.

SG yang diduga kuat terlibat dalam kasus penemuan jenazah di Kali Watuwogat, Desa Rubit, kabur saat sedang menjalani perawatan medis, setelah sebelumnya mengeluh sakit.

Informasi mengenai kaburnya SG pertama kali terendus dari pihak keluarga korban. Polikarpus Heret, perwakilan keluarga korban, menyampaikan kekecewaannya.

Menurut Polikarpus, SG memanfaatkan momentum pemeriksaan kesehatan di RSUD Tc Hillers Maumere untuk melarikan diri.

Baca Juga: Siswi SMP di Sikka Ternyata Diperkosa Dan Dibunuh Kakak Kelasnya

"Pelaku kabur dengan menumpang ojek. informasi yang kami terima, ia sempat menuju ke rumah keluarganya di Nebe. Sekarang posisinya sudah tidak tahu," ungkap Polikarpus, Jumat (27/2/2026) malam.

Pihak keluarga menyayangkan lemahnya pengamanan terhadap tersangka kasus kriminal berat tersebut.

Aparat Polres Sikka mengamankan dua orang terduga pelaku terkait kematian tragis STN (14), pelajar kelas II SMP yang ditemukan di Kali Watuwogat, Desa Rubit, Kabupaten Sikka.

SG (ayah), dibekuk Tim Buser Polres Sikka di wilayah Nebe pada Selasa (24/2/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WITA.

Sementara itu, FGR (anak), diamankan di rumah keluarganya di Kampung Wolotopo, Kabupaten Ende, pada Selasa siang.

FGR diketahui merupakan siswa kelas IX SMP MBC Ohe atau kakak kelas dari korban. Korban dilaporkan hilang setelah pamit mengambil gitar di rumah FGR.

Baca Juga: Tanah Longsor Pasca Hujan Tutup Ruas Jalan Penghubung di Kabupaten Sikka

Kepala Desa Rubit, Polikarpus Heret mengungkapkan bahwa dua orang yang diamankan polisi adalah warganya sendiri, yakni SG (40) dan anaknya, FGR (16).

"Keduanya merupakan bapak dan anak yang selama ini tinggal di Kampung Woloklereng, Desa Rubit. Saat ini keduanya sudah dibawa ke Mapolres Sikka," ungkap Polikarpus, Kamis 26 Februari 2026.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Jumat (20/2/2026).

Setelah pencarian selama empat hari, warga dikejutkan dengan penemuan jasad korban di aliran Kali Watuwogat pada Senin (23/2/2026) siang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis RSUD Tc. Hillers Maumere, korban diduga kuat merupakan korban penganiayaan berat sebelum akhirnya tewas.

STN (14), pelajar kelas II SMP MBC Ohe, Kabupaten Sikka, NTT sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (20/2/2026).

Baca Juga: Diduga Terlibat Kematian Pelajar SMP di Sikka-NTT, Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku

Ia pamit dari rumahnya di Dusun Romanduru, Kabupaten Sikka untuk mengambil gitar yang dipinjam seorang teman.

Jarak rumah korban dengan rumah yang dituju hanya sekitar 500 meter—jarak yang bagi warga setempat bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan.

Namun hingga Jumat petang, korban tanpa kabar. Hingga pukul 20.00 Wita, korban tak kembali.


Keluarga mencari ke rumah kerabat dan lingkungan sekitar.

Ironisnya, rumah yang terakhir didatangi korban diketahui dalam keadaan kosong sejak hari hilangnya korban.

Pada Minggu (22/2/2026), keluarga melaporkan kehilangan tersebut ke Polsek Kewapante, Polres Sikka-Polda NTT.

Aparat kepolisian bersama keluarga dan warga mulai menyisir sejumlah titik yang dicurigai.

Baca Juga: Siswi SMP di Sikka Ternyata Diperkosa Dan Dibunuh Kakak Kelasnya

Senin (23/2/2026) siang, pencarian kembali dilakukan dengan memperluas radius penyisiran.

Sekitar pukul 14.00 Wita, seorang warga, Emanuel Mula (46), mencium bau menyengat dari arah Kali Watuwogat.

Rasa curiga membawanya mendekati tumpukan batu, rerumputan, dan potongan bambu yang tampak tidak lazim.

Tumpukan itu seperti sengaja disusun. Ketika diperiksa lebih dekat, terlihat bagian tubuh manusia di balik susunan material alami tersebut.

Warga yang dipanggil untuk memastikan, akhirnya menyadari bahwa sesosok jasad perempuan berada di bawah timbunan itu.

Dugaan kuat mengarah pada STN, siswi yang hilang sejak tiga hari sebelumnya. Suasana berubah mencekam.

Baca Juga: Tanah Longsor Pasca Hujan Tutup Ruas Jalan Penghubung di Kabupaten Sikka

Tangis keluarga pecah di lokasi. Informasi segera diteruskan kepada aparat desa dan kepolisian.


Sekitar pukul 15.00 Wita, personel Polsek Kewapante bersama Tim Inafis dari Polres Sikka tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere guna pemeriksaan medis lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis, ditemukan adanya indikasi luka pada tubuh korban.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban mengalami penganiayaan berat hingga meninggal dunia.

Baca Juga: Siswi SMP di Sikka Ternyata Diperkosa Dan Dibunuh Kakak Kelasnya

Kasus ini ditangani Sat Reskrim Polres Sikka dan masih dalam tahap penyelidikan (lidik).

Sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk warga yang pertama kali menemukan jasad korban.

STN dikenal sebagai pribadi pendiam, rajin bersekolah, dan tidak pernah terlibat masalah.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Polres Sikka Pastikan Tidak Ada Terduga Pelaku Kabur Dari Rumah Sakit

Nusantara

Kasus 13 LC di Kabupaten Sikka, LPSK Minta Kapolda NTT Tambahkan UU TPKS

Nusantara

Siswi SMP di Sikka Ternyata Diperkosa Dan Dibunuh Kakak Kelasnya

Nusantara

Tanah Longsor Pasca Hujan Tutup Ruas Jalan Penghubung di Kabupaten Sikka

Nusantara

Diduga Terlibat Kematian Pelajar SMP di Sikka-NTT, Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku

Nusantara

Tiga Hari Hilang, Siswi SMP Diduga Korban Penganiayaan di Sikka Ditemukan Meninggal Dalam Kali