digtara.com -Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Nusa Tenggara Timur (Kakanwil Kemenhaj NTT), Hasan Manuk, mengimbau calon jemaah umroh untuk menahan diri agar tak berangkat hingga konflik di wilayah Timur Tengah mereda.
Hasan memastikan hingga dengan saat ini jemaah asal NTT yang sebelumnya berangkat umroh dari wilayah NTT telah lama kembali sebelum konflik Timur Tengah pecah pada 28 Februari lalu.
ia menyebut ada 40 jamaah umrah yang telah kembali ke Indonesia dengan salah satu agen perjalanan yang ada di Kupang, NTT.
Keberangkatan 40 jemaah ini pun sempat dilepasnya pada sebulan yang lalu untuk periode umrah hampir dua pekan.
Baca Juga: 6.047 Jemaah Umrah Telah Pulang ke Tanah Air, Pemerintah Pastikan Keselamatan dan Keamanan Jemaah Saat Kondisi Timteng Masih Memanas "Jemaah kita dari NTT sudah dari bulan lalu sudah pulang. Jemaah 40 orang yang 13 hari umroh. Jadi sekarang tidak ada," ujarnya pada Senin (2/3/2026).
Sementara urusan teknis perjalanan umroh untuk agen perjalanan di luar NTT yang membawa jemaah asal NTT di luar kewenangan kantornya. Hal ini berbeda dengan perjalanan haji.
Pihaknya memasti akan mencatat berapa warga NTT yang berangkat karena perjalanan tersebut diurusi oleh kementerian.
"NTT yang kami tahu yang 40 orang itu tapi tidak tahu jemaah asal NTT yang ikut travel dari luar NTT," katanya.
Sementara soal kebijakan terkini pasca serangan di wilayah Timur Tengah, kata dia, akan menjadi kewenangan pemerintah pusat secara langsung.
Ia sendiri mengimbau agar calon jemaah asal NTT yang berniat umroh untuk terlebih dahulu menahan diri dan tidak berangkat hingga situasi mereda.
Baca Juga: Awal Pekan Bulan Maret, Kapolresta Kupang Kota dan Para Kapolsek Jadi Inspektur Upacara di Sejumlah Sekolah di Kota Kupang "Lebih baik untuk saat ini jemaah umroh jangan dulu berangkat dalam kondisi dan situasi yang tidak menentu seperti ini," tandasnya.
Ia mengkhawatirkan situasi saat ini dapat menyebabkan perhentian perjalanan tidak terduga seperti terjebak akibat penerbangan yang batal.
"Karena penerbangan umroh itu kan reguler bukan seperti haji itu kan charter," lanjut dia.
Kemenhaj RI hari ini melalui Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo menegaskan keamanan dan keselamatan jemaah umrah asal Indonesia tetap menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Saat ini penerbangan dari dan menuju
Arab Saudi tengah terdampak dan beberapa maskapai merubah atau menunda jadwal sebagai langkah antisipatif.
Ia menyebut pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas
Arab Saudi mengenai situasi terkini.
Saat ini ada ribuan jemaah umrah Indonesia yang berada di Arab Saudi dan laporan menyebut sekitar 9.400 jemaah berasal dari Jawa Timur.
Sementara berdasarkan laporan melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sekitar 58.873 jemaah umrah Indonesia saat ini masih berada di Arab Saudi.
Baca Juga: 6.047 Jemaah Umrah Telah Pulang ke Tanah Air, Pemerintah Pastikan Keselamatan dan Keamanan Jemaah Saat Kondisi Timteng Masih Memanas