digtara.com -Pemerintah Kabupaten Sumba Barat bersama aparat keamanan Polri san TNI menggelar rapat koordinasi (Rakor).
Rakor digelar menjelang pelaksanaan ritual dan atraksi
Pasola Wanukaka 2026 di aula kantpr camat Wanukaka, Selasa (3/3/2026).
Rapat tersebut dihadiri Kapolres Sumba Barat, AKBP Yohanis Nisa Pewali unsur Forkopimda dan stakeholder terkait.
Hadir pula di Dandim 1613/Sumba Barat, Danki Brimob Kompi 2 Yon C Pelopor Kabupaten Sumba Barat, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumba Barat, Kepala Puskesmas Padedi Watu, Kepala Puskesmas Lahi Huruk, para Kepala Desa se-Kecamatan Wanukaka, para Rato pelaksana ritual dan atraksi Pasola, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta para pemain Pasola se-Kecamatan Wanukaka.
Baca Juga: Rumah Terbakar di Sumba Barat Daya, Satu Warga Dianiaya dengan Parang Atraksi
Pasola Wanukaka direncanakan berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026, bertempat di lapangan Laihagalang, Desa Waihura, Kecamatan Wanukaka.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan atraksi Pajura yang dimulai pada Sabtu malam, 7 Maret 2026 hingga Minggu pagi, 8 Maret 2026.
Polres Sumba Barat bersama jajaran Polsek siap mengamankan seluruh rangkaian kegiatan Pajura dan Pasola sebagai salah satu aset budaya daerah yang harus dijaga dan dilestarikan bersama.
"Kehadiran Polri untuk menjamin keamanan, kenyamanan dan ketertiban, baik bagi para pemain maupun masyarakat yang akan menyaksikan kegiatan ini," tegas Kapolres
Sumba Barat.
Kapolres mengajak seluruh pihak, mulai dari panitia, tokoh adat, pemerintah daerah hingga masyarakat, untuk berperan aktif menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif selama pelaksanaan ritual dan atraksi berlangsung.
Baca Juga: Pelaku Kabur, Kuda Curian Diamankan Anggota Polres Sumba Barat
Kapolres menekankan soal larangan mengonsumsi maupun menjual minuman keras, serta larangan membawa parang atau senjata tajam saat pelaksanaan atraksi, baik pada kegiatan Pajura maupun
Pasola.
Penegasan tersebut disampaikan guna mencegah terjadinya gangguan keamanan yang dapat mencoreng nilai sakral dan budaya dari pelaksanaan
Pasola itu sendiri.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh rangkaian Ritual dan atraksi Pasola Wanukaka 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya masyarakat Sumba Barat.
Baca Juga: Rumah Terbakar di Sumba Barat Daya, Satu Warga Dianiaya dengan Parang