Elemen Masyarakat Desak Kapolres Belu Jelasan Alasan Tersangka Piche Kotta Belum Ditahan

Hendra Mulya - Rabu, 04 Maret 2026 14:30 WIB
ist
Direktur Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil (Lakmas) Cendana Wangi NTT, Victor Emanuel Manbait

digtara.com -Direktur Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil (Lakmas) Cendana Wangi NTT, Victor Emanuel Manbait mendesak Kapolres Belu menjelaskan sampai kapan waktu pengobatan dan perawatan tersangka perkosaan yang tidak ditahan.

Dalam pernyataannya pada Rabu (4/3/2026), Victor menegaskan bahwa peristiwa perkosaan anak di hotel Setia, Atambua, Kabupaten Belu, NTT yang telah ditetapkan tiga orang tersangka oleh Kepolisian Resor Belu.

"Dengan telah ditahannya dua dari tiga orang tersangka memicu polemik di luar sana bahwa kasus persetubuhan atas anak di hotel Setia tidak bisa dipidana karena suka sama suka," tegasnya.

Direktur Lakmas Cendana Wangi NTT menjelaskan hubungan seks laki-laki dan perempuan tanpa ikatan perkawinan atau pacar berpotensi dipidana.

Baca Juga: Dua Rekannya Sudah Ditahan, Tapi Piche Kotta Belum Ditahan Polisi, Ternyata Ini Alasannya

Ketentuan tersebut, tandasnya diatur dalam pasal 411 dan pasal 412 Undang-undang Nomor 1/2023 tentang KUHP yang mengatur perzinahan dan hidup bersama di luar perkawinan.

"Hubungan seks diluar nikah bisa dipidana hingga satu tahun penjara. Ancaman hukumannya perzinahan 1 tahun, sedangkan hidup bersama tanpa nikah 6 bulan," ujarnya.

Pasal 411 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) menyebutkan hubungan badan diluar nikah (perzinahan) adalah tindak pidana dengan ancaman penjara maksimal 1 tahun atau denda kategori II (Rp 10 juta).

Aturan ini adalah delik aduan yang hanya bisa diproses jika diadukan oleh suami/istri (bagi yang terikat perkawinan) atau orang tua/anak (bagi yang belum terikat perkawinan).

Setiap orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya dipidana karena perzinahan dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak Rp 10 juta.

Adapun yang dimaksud sebagai "bukan suami atau istrinya" adalah laki-laki yang berada dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan dengan perempuan yang bukan istrinya dan sebaliknya perempuan dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan yang bukan suaminya.

Baca Juga: Korban Pencabulan Oleh Piche Kota Cs Tolak Pendampingan LPSK

Laki-laki yang tidak dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan dengan perempuan, padahal diketahui bahwa perempuan tersebut berada dalam ikatan perkawinan atau perempuan yang tidak berada dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan dengan perempuan.

Padahal diketahui perempuan tersebut berada dalam ikatan perkawinan dan

Laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan melakukan persetubuhan.

Adapun hubungan seksual dengan pacar yang masih dibawah umur tetap mengacu pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

UU tersebut secara tegas melarang hubungan seksual dengan anak dibawah usia 18 tahun, sekalipun dilakukan atas dasar suka sama suka.

Pelaku yang membujuk, menipu, atau melakukan tipu muslihat terhadap anak untuk melakukan persetubuhan diancam pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun, serta denda hingga Rp 5 milyar.

Baca Juga: Polres Belu Tangkap Tersangka RM di Timor Leste

Aturan terseburt merupakan upaya untuk melindungi anak-anak. Sebab, anak bukanlah orang dewasa yang bisa membuat keputusan sendiri.

Anak juga belum mampu berpikir jauh ke depan mengenai baik buruknya suatu hal.


"Untuk korban usia anak, tidak ada konsep suka sama suka dan persetujuan terhadap anak. Hal ini didasarkan pada Undang-Undang Perlindungan Anak. Pelaku dapat dituntut hukuman 5–15 tahun," ujar Victor

Kepolisian juga didesak menjelaskan secara terbuka mengenai tidak ditahannya salah satu tersangka.

"Bagaimana kondisi sakit yang bersangkutan, sakit bersikap ? Atau seperti apa , dan apakah membutuhkan perawatan dan pengobatan tanpa batas waktu?," ujar Victor.

Hal ini penting disampaikan ke publik sehingga tidak terkesan kalau Kapolres Belu dalam penanganan perkara yang terjadi dalam satu rentetan waktu pada anak yang sama oleh ketiga tersangka waktu, lantas dua tersangkanya ditahan dan satu nya dianak emaskan.

Baca Juga: Dua Rekannya Sudah Ditahan, Tapi Piche Kotta Belum Ditahan Polisi, Ternyata Ini Alasannya

"Tidak boleh ada kesan seperti itu dalam kerja kerja profesional polisi," tegasnya.

Dari peristiwa ini, ia menghimbau Pemda Belu dan pihak-pihak terkait untuk mulai memikirkan dan mengambil langkah langkah perlindungan yang utuh bagi anak di tempat-tempat hiburan malam agar peristiwa seperti ini tidak lagi terjadi di kemudian hari.

Tersangka Piche Kotta hingga saat ini masih menjalani perawatan medis karena mengaku sakit pasca ditetapkan sebagai tersangka sejak akhir pekan lalu.

Sementara dua rekannya yang ditetapkan sebagai tersangka, RM dan RA sudah ditahan di Rutan Polres Belu sejak akhir Februari 2026.

Mereka dijadikan tersangka dalam kaitan kasus persetubuhan anak dibawah umur dengan korban CAT yang berusia 16 tahun 4 bulan di Hotel Setia Belu pada awal Januari 2026 lalu.

Baca Juga: Korban Pencabulan Oleh Piche Kota Cs Tolak Pendampingan LPSK

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Masih Jalani Rawat Inap, Tersangka Piche Kotta Belum Ditahan

Nusantara

Dua Rekannya Sudah Ditahan, Tapi Piche Kotta Belum Ditahan Polisi, Ternyata Ini Alasannya

Nusantara

Korban Pencabulan Oleh Piche Kota Cs Tolak Pendampingan LPSK

Nusantara

Polres Belu Tangkap Tersangka RM di Timor Leste

Nusantara

Tidak Kooperatif, Polres Belu Buru RM Usai Jadi Tersangka Asusila Bersama Piche Kota