digtara.com -Kapolres Timor Tengah Utara (TTU), AKBP Eliana Papote melalui Kasi Humas, Iptu Markus Wilco Mitang membenarkan kejadian dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Insana, Kabupaten TTU.
"Ada tujuh pelajar SMA Negeri 1 Insana yang dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG yang disuplai dari dapur SPPG Susulaku, Kecamatan Insana, pada Selasa, 3 Maret 2026 lalu," ujarnya pada Jumat (6/3/2026).
Polres TTU pun sudah ke lokasi pada Rabu, 4 Maret 2026 untuk dilakukan pendataan terhadap tujuh siswa tersebut.
Dari tujuh pelajar tersebut, empat orang telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Oelolok dan diperbolehkan pulang karena mengalami gejala ringan berupa diare.
Baca Juga: Dinkes Kabupaten Kupang Cek Dugaan Menu MBG Berulat Sementara itu, tiga pelajar lainnya masih menjalani perawatan inap di fasilitas kesehatan yang sama karena kondisi fisik yang masih lemah dengan keluhan mual, sakit perut, dan diare.
"Berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari pelajar yang dirawat, salah satu menu yang dikonsumsi adalah olahan daging ayam yang disajikan bersama sambal manis," tambahnya.
Namun demikian, penyebab pasti timbulnya gejala tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari instansi berwenang.
Adapun menu Makan Bergizi Gratis pada Selasa, 3 Maret 2026, terdiri atas nasi putih, ayam woku, tempe saus tiram, tumis labu, dan buah lengkeng.
Menu tersebut disusun sesuai rekomendasi ahli gizi dan didistribusikan kepada seluruh penerima manfaat dengan jenis menu yang sama, perbedaan hanya pada porsi sesuai jenjang pendidikan.
Baca Juga: Heboh! Roti MBG di Sidimpuan Jamuran. Pihak Sekolah Tarik Kembali Dari Tangan Siswa Penyaluran MBG pada hari tersebut dimulai sejak pagi hari, dengan pendistribusian ke SMAN 1 Insana dilakukan sekitar pukul 12.30 WITA sebagai lokasi terakhir.
Sebagai langkah tindak lanjut, sampel makanan tanggal 3 Maret 2026 telah diambil oleh petugas Dinas Kesehatan Kabupaten TTU untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan kandungan dan keamanan pangan.
Pihak terkait saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
Situasi para pelajar yang dirawat terus dipantau, dan koordinasi lintas instansi tetap dilakukan guna memastikan penanganan berjalan optimal.
Baca Juga: Dinkes Kabupaten Kupang Cek Dugaan Menu MBG Berulat