Warga Dua Desa di Flores Timur Bentrok Masalah Tanah, Polisi dan TNI Siaga di Lokasi

Imanuel Lodja - Jumat, 06 Maret 2026 21:55 WIB
ist
Polisi mengevakuasi anak sekolah pasca bentrok dua desa di Adonara Timur, Flors Timur

digtara.com -Bentrok warga terjadi antar warga dari Desa Lewonara dan Desa Bele, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT pada Jumat (6/3/2026).

Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh sengketa kepemilikan lahan di wilayah perbatasan kedua desa yang memicu ketegangan hingga berujung perselisihan fisik antar kelompok warga.

Korban bentrokan antar desa di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertambah menjadi lima orang.

Lima korban itu terdiri dari tiga warga Desa Narasaosina dan dua warga Desa Waiburak.

Baca Juga: Polisi-Warga Flores Timur Bergotong Royong Bangun Plat Deker Darurat

Direktur Rumah Sakit Pratama Adonara, Danny Gunawan, mengatakan tiga warga asal Desa Narasaosina itu bernama Siprianus Toda Geroda (66), Agustinus Notan Kraeng, dan Inosensius Daeng (36). Ketiga warga ini terkena luka tembak senjata rakitan di paha dan kaki.

Sementara dua warga Desa Waiburak bernama Mansyur Ola (39) dan Jumadin Saputra (22).

Dua warga Waiburak dirujuk ke RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka guna mengeluarkan proyektil senjata rakitan itu

Sebelumnya ada tiga warga di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terkena luka tembak dari senjata rakitan saat bentrok antara Warga Dusun Bele, Desa Waiburak dengan warga Desa Narasaosina, Jumat (6/3/20

Personel gabungan TNI dari Koramil dan Polri dari Polsek Adonara Timur bergerak cepat melakukan pengamanan dan langkah preventif guna meredam bentrokan antar warga Desa Lewonara dan Desa Bele, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Jumat (06/03/2026).

Baca Juga: Sejumlah Remaja Pria di Flores Timur-NTT Jadi Korban Pencabulan Sesama Jenis dengan Ancaman Benda Tajam

Kejadian yang berlangsung pada hari ini langsung ditangani oleh aparat kewilayahan dengan melakukan berbagai langkah pengamanan untuk mencegah konflik meluas.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra menjelaskan bahwa aparat TNI–Polri segera turun ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat terkait adanya ketegangan antarwarga.

"Begitu menerima informasi, personel TNI dan Polri langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta langkah-langkah preventif guna menghentikan kontak fisik antar kelompok warga," ujar Kapolres pada Jumat (6//3/2026) malam.

Dalam penanganan situasi tersebut, aparat melakukan penyekatan massa, perlindungan terhadap warga rentan, serta penebalan personel di sejumlah titik rawan guna mencegah terjadinya bentrokan lanjutan.

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan masyarakat, aparat keamanan mengevakuasi anak-anak sekolah yang masih berada di sekitar lokasi konflik.

Personel Polsek Adonara Timur melakukan penjemputan langsung terhadap anak-anak yang belum dijemput oleh orang tua mereka.

Baca Juga: Pelajar SMA di Adonara Flores Timur Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar


Saat ini, anak-anak tersebut untuk sementara diamankan di Mapolsek Adonara Timur guna memastikan keselamatan mereka dari dampak konflik yang terjadi.

Selain itu, personel Polsek Adonara Timur bersama Koramil juga bersiaga di titik-titik rawan guna memutus potensi pertemuan antar massa serta mencegah meluasnya konflik.

Aparat keamanan juga telah menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat dari kedua desa untuk meredakan situasi serta mencegah adanya provokasi yang dapat memperkeruh keadaan.

Kapolres Flores Timur menambahkan bahwa personel tambahan dari Polres Flores Timur saat ini sedang menuju lokasi untuk memperkuat pengamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Baca Juga: Polisi-Warga Flores Timur Bergotong Royong Bangun Plat Deker Darurat

"Personel tambahan dari Polres Flores Timur sedang dalam perjalanan menuju Adonara Timur untuk memperkuat pengamanan di lokasi serta memastikan situasi tetap kondusif," jelasnya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian juga memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak dengan melibatkan Pemerintah Daerah serta tokoh adat guna mencari solusi terbaik atas sengketa lahan yang menjadi pemicu konflik.

Aparat Kepolisian juga terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti terjadinya bentrokan serta memastikan proses penegakan hukum berjalan secara adil dan transparan.

Keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi bagi kami. Saat ini fokus utama kami adalah memastikan anak-anak berada dalam kondisi aman serta massa dapat menarik diri. Kami juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan mempercayakan penanganan permasalahan ini kepada TNI–Polri bersama pemerintah daerah," tegas Kapolres.

Editor
: Arie

Tag:

Berita Terkait

Nusantara

Polres Flores Timur Tingkatkan Patroli Pasca Konflik Warga di Adonara

Nusantara

Polisi-Warga Flores Timur Bergotong Royong Bangun Plat Deker Darurat

Nusantara

Sejumlah Remaja Pria di Flores Timur-NTT Jadi Korban Pencabulan Sesama Jenis dengan Ancaman Benda Tajam

Nusantara

Pelajar SMA di Adonara Flores Timur Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar

Nusantara

Pelaku Curanmor Antar Kabupaten Diamankan Polisi di Flores Timur

Nusantara

Direkrut Pasutri, Tujuh Warga Korban TPPO di Flores Timur Diamankan Polisi